Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin Suriah rebut komplek militer di dekat Dataran Tinggi Golan

8

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Suriah berhasil merebut kamp intelijen militer di selatan Dataran Hauran yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki oleh “Israel”.

Perbatasan yang diberikan kepada “Israel” oleh rezim Suriah setelah gencatan senjata yang “ditengahi” oleh AS pada tahun 1974, telah menjadi medan temput baru dalam beberapa pekan terakhir.  Mujahidin meningkatkan serangannya terhadap tentara dan kamp intelijen di dataran yang membentang dari perbatasan Yordania hingga pinggiran Damaskus.

Kamp yang terletak di dekat Sungai Yarmouk di kota Shagara, sekitar 8 km dari garis gencatan senjata dengan “Israel”, jatuh ke tangan Mujahidin setelah pengepungan selama lima hari, ujar berbagai sumber yang mengatakan pada Ahad (17/3/2013) seperti dilansir Al Jazeera.

“Kami benar-benar telah mengambil alih kamp ini pagi ini.  Ini adalah pusat komando untuk Shabiha.  Mereka mundur setelah pukulan kuat terhadap mereka selama lima hari pengepungan,” ujar Abu Iyas al-Haurani, seorang anggota Brigade Martir Yarmouk.

“Siapapun yang ditangkap di Lembah Yarmouk akan dirikim ke markas intelijen militer ini untuk disiksa.  Dengan jatuhnya kamp ini kami telah menyelesaikan pembebasan kami untuk kota Shagara,” tambahnya.

Seorang komandan lainnya mengatakan tujuan serangan di Barat Hauran adalah untuk membuka front baru dalam perang melawan rezim Assad yang akan meregangkan tentara yang dikerahkan di Hauran dan untuk mengamankan rute pasokan untuk Damaskus.

Pertempuran kini telah menyebar hampir di seluruh Suriah dan video amatir yang muncul pada Ahad (17/3) menunjukkan serangan berkelanjutan dan kehancuran total pinggiran kota Homs dan Damaskus.

Di bagian utara provinsi Aleppo, Mujahidin berhasil merebut beberapa depot senjata di desa Khan Toman setelah berhari-hari bentrokan sengit, sumber militer mengatakan kepada AFP.

“Pejuang oposisi memperoleh kontrol atas senjata dan amunisi di desa Khan Toman di selatan provinsi Aleppo pada Sabtu setelah pertempuran sengit yang berlangsung selama lebih dari tiga hari,” ujar sumber itu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...