Berita Dunia Islam Terdepan

Lima tewas dalam serangan mujahidin di kamp polisi di Kashmir

4

SRINAGAR (Arrahmah.com) – Dua mujahidin yang menyembunyikan senapan otomatis dan granat dalam kotak kriket menembaki sebuah kamp paramiliter di Kashmir, India pada Rabu ( 13/3/2013), menewaskan lima dan melukai lima personil India, kata polisi.

Para militan tewas dalam tembak-menembak di Pusat Pasukan Polisi Cadangan (CRPF) yang berbasis di luar kota yang sedang bergolak, Srinagar, yang telah memberlakukan jam malam untuk beberapa minggu terakhir menyusul protes dan bentrokan yang dengan polisi.

Media lokal melaporkan mengatakan bahwa kelompok pejuang Hizbul Mujahidin, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Polisi mengatakan orang-orang bersenjata mendekati kamp dengan berbaur dengan anak-anak yang bermain kriket di lapangan di dekatnya, menyembunyikan senjata mereka dalam kotak kriket yang mereka bawa. Setelah sampai di kamp, ​​mereka menembak mati seorang penjaga.

“Sebuah divisi dari CRPF itu ditempatkan di sebuah kamp di sini dan anak-anak sedang bermain kriket di lapangan ketika dua pejuang menembakkan granat dan menyerang divisi kami,” kata Abdul Gani Mir, Inspektur Jenderal Polisi, kepada Reuters TV. “Kami telah kehilangan lima personil CRPF kami yang ditembak mati dua ‘militan’.”

Seorang pejabat polisi mengatakan sebelumnya pria bersenjata berpakaian seperti pemain kriket.

Para pejuang sering menyerang pangkalan keamanan di Kashmir selama 1990-an, ketika ada perlawanan yang berkembang terhadap kekuasaan India di wilayah di mana India dan Pakistan terlibat dua dari tiga perang mereka. Tetapi sudah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

Hizbul Mujahidin, kelompok pejuang paling aktif di Kashmir selama puncak kerusuhan, menginginkan Kashmir menjadi bagian dari Pakistan yang mayoritasnya Muslim. Negara bersenjata nuklir India dan Pakistan keduanya mengklaim wilayah Kashmir seluruhnya.

Ketegangan telah memuncak di Srinagar sejak bulan lalu, ketika India menggantung seorang pria Kashmir yang menyerang parlemen negara itu pada tahun 2001. Pihak berwenang berusaha untuk meredam bentrokan antara demonstran dan polisi dengan memberlakukan jam malam. (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...