Berita Dunia Islam Terdepan

Tolak pembubaran Densus 88, FPI: Setara Institute corong Asing

5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas mengatakan penolakan Setara Institute atas pembubaran Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme merupakan bukti lembaga yang dipimpin Hendardi itu corong asing.

“Setara Institute, Densus 88, BNPT itu saling terkait. Mereka itu sama-sama mendapat dana dari asing dan mempunyai agenda memusuhi Islam,” kata Habib Muhsin seperti dilansir itoday, Selasa (12/03).

Ia tidak merasa terkejut dengan pernyataan Hendardi yang tidak menginginkan Densus 88 dibubarkan. “Saya tidak kaget pernyataan Hendardi itu, dia sejak awal itu sudah memusuhi Islam kok. Sekarang sudah jelas siapa itu Hendardi,” ungkap Habib Muhsin.

Kata Habib Muhsin, Hendardi merupakan tokoh yang menginginkan Timor-Timur lepas dari NKRI. “Dia salah satu otak yang memprovokasi Timor-Timur lepas dari NKRI. Dia itu bekerja untuk asing yang membayarnya,” jelas Habib Muhsin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Setara Institute menolak pembubaran Densus 88 dan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Bukan untuk tujuan membubarkan. Densus 88 dan BNPT adalah kebutuhan kita hari ini, karena potensi terorisme masih cukup tinggi,” kata Ketua Setara Institute Hendardi kepada wartawan, Senin (11/03).

Kata Hendardi, saat ini bangsa Indonesia membutuhkan Densus 88 yang bertanggungjawab dan mempunyai prinsip HAM. “Kita membutuhkan Densus 88 yang kredibel, bertanggung jawab, dan patuh pada prinsip hak asasi manusia,” ungkap Hendardi.

Selain itu, Hendardi mengatakan untuk sementara ini pihaknya menganggap video kekerasan yang diduga dilakukan Densus 88 hoax dan Polri wajib menindaklanjuti. Sebab, perangkat hukum nasional dan internasional, kata dia lagi, tidak membenarkan tindakan penyiksaan dalam penanganan berbagai jenis kejahatan.

Hendardi mengusulkan agar dibentuk komisi pengawas permanen  untuk memastikan Densus 88 dan BNPT tidak sewenangan-wenang melakukan tindakan.

Setara Instiute menuding desakan pembubaran Densus 88 diduga kuat merupakan upaya kelompok tertentu yang memanfaatkan tokoh-tokoh agama berpengaruh untuk memperlemah upaya negara melawan terorisme dan radikalisme. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...