Berita Dunia Islam Terdepan

Ulama Pakistan menolak partisipasi dalam konferensi “perdamaian” Afghanistan yang bertujuan mengecam Taliban

6

KABUL (Arrahmah.com) – Dewan ulama tertinggi di Pakistan menolak berpartisipasi dalam pertemuan yang direncanakan digelar di Kabul, Afghanistan, yang berniat untuk mengumpulkan para ulama dan mengecam operasi syahid mujahidin Taliban dengan dalih “upaya perdamaian Afghanistan.”

Para ulama Pakistan mengatakan bahwa konferensi tersebut akan digelar dengan tujuan untuk menargetkan ideologi Taliban, yang mana berdasarkan Syariah Islam, dan tidak akan ada agenda untuk perdamaian.

Pemimpin para ulama Pakistan Mufti Abu Hurairah Moihuddin (semoga Allah menjaganya) mengirim surat kepada pihak Afghanistan bahwa mereka tidak akan menghadiri konferensi tersebut.

Dalam sebuah surat, yang salinannya diperoleh oleh Associated Press, Mufti Mohiuddin mengatakan bahwa beberapa ulama Afghan menggunakan bahasa yang buruk terhadap Taliban dan konferensi tersebut adalah bentuk serangan sepihak terhadap Taliban daripada sebuah konferensi untuk menekankan perdamaian.

Konferensi ini berambisi memanggil 500 ulama dari Afghanistan dan Pakistan untuk berkumpul di Kabul pada Maret mendatang untuk mempresentasikan kecaman terhadap “kekerasan” di Afghanistan, mengecam operasi-operasi syahid mujahidin Taliban dalam melawan penjajah asing dan antek-anteknya dan menekan berakhirnya perang panjang ini.

Berbagai tokoh Islam telah mewanti-wanti terhadap konferensi yang disponsori penjajah AS ini bahwa ini bertujuan untuk menipu ulama Pakistan, dengan menghadiri sebuah konferensi “damai” Afghanistan yang bermaksud memberikan dukungan berharga bagi rezim boneka Hamid Karzai untuk melegitimasi kontrol negara pasca penarikan semua pasukan penjajah pimpinan AS pada 2014 nanti dan mengecam gerak jihad Imarah Islam Afghanistan yang dipimpin Mullah Muhammad Umar.

Para ulama Islam di Pakistan siap untuk memberi dukungan perdamaian di Afghanistan tetapi Taliban harus dilibatkan. Karena tanpa mereka tidak akan ada konferensi yang adil, karena tidak mendengarkan opini dari pihak Taliban sebagai pihak yang berjuang melawan penjajah NATO selama ini. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...