Video 4 mujahid Sudan melarikan diri dari penjara maximum security di Khartoum

93

KHARTOUM (Arrahmah.com) – Jabhah I’lamiyah Islamiyah ‘Alamiyah (Global Media Islamic Front, GMIF) bekerja sama dengan Yayasan Media Al-Hijratain Sudan pada 28 Desember 2012 lalu merilis sebuah video berjudul “Kasrul Quyud…“atau “Memecah Belenggu“. Video berdurasi 49 menit 27 detik itu mendokumentasikan aksi heroik 4 mujahid Sudan terpidana hukuman mati yang melarikan diri dari penjara maximum security Kaubar di Khartoum, Sudan.

Video diawali dengan pemandangan luar penjara pusat Kaubar yang memiliki pengamanan super ketat, diselingi ceramah syaikh Dr. Ubaid Abdul Wahhab rahimahullah, seorang ulama Sudan yang dibunuh oleh aparat keamanan rezim Sudan saat hendak berhijrah ke Somalia.

Iklan

Waktu pelarian

Pelarian dari penjara dengan pengamanan super ketat itu di lakukan pada malam Jum’at, 10 Juni 2010 M, pada saat seluruh sipir penjara asyik menyaksikan pertandingan sepakbola yang disiarkan secara live di TC. Video yang diambil dari dalam penjara memperlihatkan mujahidin berhasil mendapatkan kunci untuk membuka borgol di kaki-kaki mereka. Mereka melakukan pelarian tersebut dengan cara yang sama yang pernah dilakukan oleh mujahidin Yaman pada tahun 2006, yaitu dengan cara menggali terowongan yang tembus ke luar penjara.

Kaburnya keempat mujahid tersebut menjadi headline media massa nasional di Sudan. Harian Ar-Ra’yu Al-‘Am menurunkan headline berjudul “Empat pembunuh warga Amerika Granville kabur dari penjara pusat Kaubar, Panglima Tentara Nasional dipecat dan diangkat panglima baru”.

Keempat mujahid itu ditangkap dan dijatuhi hukuman mati atas tuduhan membunuh seorang diplomat Amerika di Sudan, John Michael Granville, dan sopirnya pada 1 Januari 2008. Video memperlihatkan keempat mujahid tersebut tetap tegar, tersenyum, gembira dan mengumandangkan takbir sesaat setelah vonis hukuman mati dijatuhkan. Tidak tampak sedikit pun kesedihan pada wajah mereka.

Perencanaan yang matang dan pelaksaan yang cermat

Video kemudian memperlihatkan seorang mujahid, Abdul Basith Haj Hasan, menerangkan rencana pelarian dari penjara. Di sebuah tembok, ia menggambarkan rencana penggalian terowongan dari dapur penjara sampai luar penjara.

Total panjang terowongan adalah 38,2 meter. Di antara karunia Allah kepada para mujahid tersebut adalah tanah keras yang mereka gali berubah menjadi tanah lembut yang mudah digali. Setiap kali arah terowongan melenceng dari jalur yang ditetapkan dalam rencana, mereka berhasil meluruskannya kembali dengan taufik Allah semata. Jarak terowongan dari tembok bagian dalam penjara dan tembok bagian luar penjara adalah 33 meter. Tanah yang berhasil mereka gali lalu diangkat dan dibuang pada pepohonan di ruang besukan. Kedalaman terowongan tersebut adalah tiga meter dari permukaan tanah.

Pengacara keempat mujahid tersebut, Adil Abdul Ghani, dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan bahwa penjara pusat Kaubar adalah penjara terbesar dengan pengamanan super ketat. Kamera pengawas, lampu shockly dan penjagaan lima lapis merupakan standar pengamanan di penjara pusat Kaubar, masih ditambah dengan pasukan pengawas di luar penjara.

Mujahidin di luar penjara melakukan survey secara cermat untuk memetakan penjagaan penjara, kondisi sekeliling penjara dan rute pelarian. Survey dilakukan siang dan malam. Posisi posko-posko penjagaan, kendaraan-kendaraan polisi, menara pengawas dan panser pasukan pengawas berhasil dipetakan dengan cermat.

Seorang mujahid, Muhammad Makkawi, kemudian menjelaskan proses pelarian dirinya dan ketiga saudaranya dari dalam penjara. Ia mengungkapkan keberhasilan pelarian itu semata-mata berkat taufik dari Allah dan ide pelarian itu mencontoh keberhasilan mujahidin Yaman yang kabur dari penjara Yaman pada 2006.

Muhammad Makkawi mengisahkan bagaimana mereka berhasil mendapatkan kunci dan melepaskan borgol yang melilit kedua kaki mereka. Mereka kemudian membongkar jalur aliran air dan menggali terowongan dari bagian dapur penjara. Untuk menyamarkan usaha pelarian, mereka selalu menutup kembali jalan masuk ke terorongan di dapur tersebut dengan ubin dan semen layaknya semula. Peralatan masak dan alat-alat makan diletakkan di atasnya, kemudian para mujahid mengenakan kembali borgol di kaki mereka.   

Muhammad Makkawi mengisahkan rata-rata setiap hari mereka menggali terowongan sejauh setengah sampai satu meter. Mereka menggali tanah dengan besi payung yang dipotong-potong menjadi tiga bagian.

Pesan amir mujahidin Al-Qaeda Irak

Video kemudian diselingi oleh ceramah syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi rahimahullah yang menegaskan bahwa ujian dalam perjuangan adalah jalan hidup para nabi dan orang-orang shalih. Beliau mengutip perkataan imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al-Fawaid tentang keniscayaan ujian.

Proses menyamarkan tanah galian

Bagaimana cara keempat mujahid itu membuang tanah galian? Mereka menumpahkannya sedikit demi sedikit di halaman dan sekitar blok mereka. Tanah itu disirami secara teratur sehingga menjadi tanah yang subur. Mereka kemudian menanaminya dengan tanaman dan bunga-bunga, sehingga menjadi pemandangan taman yang sedap dipandang mata.

Tanah-tanah galian dimasukkan ke dalam karung-karung dalam terowongan. Pada waktu pagi, karung-karung itu dikeluarkan dari dalam terowongan dan ditumpahkan ke ember-ember serta diangkut sedikit demi sedikit ke sekitar blok untuk menjadi lahan penanaman taman.  

Video kemudian beralih kepada adegan seorang mujahid, Muhannad Usman, yang merangkak di dalam terowongan dengan berbekal sebuah senter. Ia menggali tanah dengan besi paying, mengeruknya dan memasukkannya ke dalam dirigen yang ditarik dengan sebuah tali. Subhanallah, tanahnya lembut dan basah, mirip tanah gembur.

Di belakangnya, mujahid Muhammad Makkawi menarik dirigen penuh tanah tersebut dengan sebuah tali. Tanah dalam dirigen kemudian ditumpahkan ke dalam karung. Dengan susah payah ia membawa karung itu ke pintu masuk terowongan. Di sana dua rekannya, Abdurrauf Abu Zaid dan Abdul Basith Haj Hasan menarik keluar karung tersebut dengan seutas tali. Sebuah kerjasama yang sangat padu dan cermat.

Subhanallah, mujahid Abdurrauf Abu Zaid dengan dua ember penuh tanah di kedua tangannya diperlihatkan melintas menyisir tembok penjara agar terhindar dari posko pengawas dan dua kamera di tembok. Di lahan taman, Abdul Basith Haj Hasan telah menunggu dan siap bekerja menyamarkan tanah galian tersebut.

Pesan ulama mujahidin Anshar Syari’ah Yaman

Video kembali diselingi dengan ceramah syaikh Ibrahim Ar-Ribaisy, seorang ulama dan tokoh mujahidin Anshar Syariah Yaman. Syaikh Ar-Ribaisy menerangkan ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih dan doa dalam shalat malam merupakan senjata yang akan meneguhkan seorang mujahid dalam menjalani ujian di penjara thaghut. Beliau menyebutkan kisah ashabul ukhdud sebagai permisalan yang cocok antara taghut dengan mujahidin.

Beliau juga menegaskan bahwa keganasan thaghut akan semakin meneguhkan mental mujahidin. Usaha-usaha thaghut untuk membungkam jihad akan sia-sia belaka, dan usaha thaghut hanya akan mengenai orang-orang yang bergabungnya mereka dengan mujahidin hanya akan menimbulkan kerusakan bagi jihad.

Pesan syaikh Aiman Azh-Zhawahiri untuk mujahidin dan rakyat Sudan

Akhirnya, subhanallah, video diakhiri dengan memunculkan rekaman ceramah audio syaikh Aiman Azh-Zhawahiri hafizhahullah yang menyerukan kepada para pemuda tauhid dan jihad di Sudan untuk bangkit melawan rencana jahat pasukan salib.

Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri memesankan beberapa hal kepada umat Islam Sudan:

1. Para ulama dan tokoh masyarakat hendaknya menggerakkan kaum muslimin dalam aksi massa sipil untuk menekan pemerintah Sudan agar menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya konstitusi yang berlaku di Sudan dan menghapus semua bentuk produk hukum yang bertentangan dengan syariat Islam.

2. Menekan pemerintah untuk menghentikan kezaliman di Darfur, dengan tetap menjaga keutuhan negara Sudan dan mewaspadai konspirasi salibis internasional untuk mencabik-cabik Sudan menjadi negara-negara kecil yang saling bertikai, sehingga memudahkan kekuatan salibis internasional untuk menjajah dan mengaturnya.

3. Para pemuda dan rakyat Sudan harus mempersiapkan diri dengan melakukan i’dad (latihan militer) dan menyimpan senjata guna menghadapi jihad pada masa yang akan datang. Sebab, pemerintahan Sudan saat ini yang tunduk kepada tekanan AS dan Barat tak akan melindungi rakyat muslim Sudan. Rakyat muslim Sudan saat ini berada dalam salah satu wilayah perbatasan Islam, di mana negara Kristen Sudan Selatan telah menjadi pangkalan utama bagi kekuatan zionis dan salibis internasional untuk mencengkeram Afrika Utara dan Afrika Timur.           

Sungguh ini adalah sebuah video perjuangan heroic dari para mujahidin Sudan. Video ditutup dengan pembacaa firman Allah Ta’ala,

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ (51) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ (52)

Sesungguhnya Kami benar-benar akan memenangkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan di dunia dan hari para saksi member kesaksian. Yaitu hari di mana permintaan maaf orang-orang yang zalim tidak akan bermanfaat lagi mereka, bagi mereka kutukan dan bagi mereka tempat kembali yang buruk (neraka).” (QS. Ghafir [40]: 51-52)

 

Link download

Kualitas Tinggi
1005 MB

http://archive.org/download/shamikh062/KSR1.wmv
https://ia601508.us.archive.org/13/items/shamikh062/KSR1.wmv

 Kualitas Menengah

268.78 MB
http://archive.org/download/Kasr.Alqoud/KSR2.rmvb

Kualitas Mobile

101.02 MB
http://archive.org/download/Kasr.Alqoud/KSR4.mp4

Live streaming

http://www.youtube.com/watch?v=2eyIonhVfhA

http://www.youtube.com/watch?v=9T17zKVhUvc

 

Kejayaan hanyalah milik Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya

 

Yayasan media Al-Hijratain

Jum’at, 15 Shafar 1434 H

28 Desember 2012 M

 

Sumber: Shada Al-Jihad Media Center

Global Media Islamic Front

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya