Rezim Alawiyah pimpinan Assad kembali lakukan pembantaian terhadap Muslim Suriah

64

IDLIB (Arrahmah.com) – Setidaknya 70 orang dilaporkan dieksekusi dalam pembantaian terbaru yang dilakukan pasukan rezim provinsi Idlib, ujar kelompok oposisi, Komite Koordinasi Lokal (LCC) pada Selasa (8/1/2013).

Tentara rezim Alawiyah membombardir benteng pejuang Suriah di pinggiran Damaskus sebelum fajar pada Selasa (8/1) sementara pertempuran meletus di kota Mastuma untuk memperebutkan kendali atas kota itu.

Tentara juga menyerang kota Maliha dan Beit Saham di dekat jalan menuju bandara di Damaskus dan kota Douma, ujar Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di London.

Iklan

Dilaporkan bahwa tentara bala bantuan rezim juga tiba di Daraya dalam rangka untuk merebut kontrol atas kota itu di mana ratusan orang dilaporkan tewas di bulan Agustus dalam pembantaian paling berdarah sepanjang perang Suriah.

LCC, sebuah jaringan aktivis oposisi Suriah, melaporkan bahwa Daraya dan Moadamiyet al-Sham berada di bawah penembakan berat dari Divisi Keempat dan Brigade 105 yang ditempatkan di daerah itu.

Observatorium mengatakan di provinsi Idlib, warga pengungsi dari kota Matsuma melaporkan bahwa tentara menyerbu daerah pada malam hari, terlibat bentrok dengan pejuang Suriah dan melaksanakan eksekusi kepada sejumlah pria lokal.

Sebuah sumber militer mengatakan kepada AFP bahwa tentara berusaha menyetir pejuang Suriah keluar dari Mastuma, tepat di sebelah selatan kota Idlib, dengan bantuan dari “batalion khusus”.

Observatorium mengatakan para pejuang Suriah masih berjuang untuk mengendalikan kota.

“Ada bentrokan sengit mulai tadi malam dan terus berlanjut hingga pagi ini.  Mungkin banyak korban tewas dalam pertempuran dan oleh eksekusi, tapi kami belum yakin berapa banyak,” ujar Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman kepada AFP.

Para penduduk mengatakan penembak jitu telah dikerahkan di seluruh kota dan pasukan rezimm ditempatkan di kamp Partai Baath yang menurut Observatorium telah berubah menjadi sebuah pusat penahanan militer pada musim panas tahun 2011 lalu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya