Wasiat terakhir Abu Qa'qa' Asy-Syimali, pelaku serangan bom syahid di Hamah

78

HAMAH (Arrahmah.com) – Serangan bom syahid yang dilakukan oleh mujahidin Jabhah Nushrah Suriah terhadap markas militer rezim Nushairiyah Suriah di desa Ziyarah, kota Sahl Al-Ghab, propinsi pinggiran Hamah pada bulan November 2012 lalu memang sangat dahsyat. Truk yang dikendarai oleh sang pelaku serangan, Abu Qa’qa’ Asy-Syimali, membawa bom berbobot lebih dari 3,5 ton.

Ceceran anggota badan para tentara rezim beterbangan di udara sampai terlihat dari jarak sejauh 100 meter. Serangan dahsyat itu telah menewaskan sedikitnya 200 tentara. Selain itu, rumah sakit setempat penuh dengan ratusan tentara yang terluka. Serangan dahsyat itu juga memaksa tentara rezim Suriah di posko-posko keamanan terdekat untuk ditarik mundur.

Iklan

Hal yang sangat mengharukan dari serangan bom syahid itu adalah wasiat terakhir Abu Qa’qa’ Asy-Syimali. Video terbaru yang dirilis oleh yayasan media Al-Manarah Al-Baidha’ memperlihatkan Abu Qa’qa’ Asy-Syimali rahimahullah membacakan pesan terakhirnya sebelum ia melakukan serangan bom syahid tersebut.

Inilah wasiat sang mujahid tersebut sebagaimana dimuat dalam video Bidayah An-Nihayah seri 4 yang dirilis oleh yayasan media Al-Manarah Al-Baidha’ pada Senin (7/1/2013).

“Kepada ibuku yang penyayang dan tercinta…kepada ayahku yang terhormat dan tercinta…jika telah sampai kepada kalian berita kesyahidanku, insya Allah, maka bersabarlah kalian dan janganlah kalian mengeluh…ucapkanlah tahlil, takbir dan tahmid karena Allah telah mengaruniakan dari keturunan kalian seorang anak yang berbakti dan memenuhi hak agamanya dan umatnya yang terluka.

Wahai para pemuda Islam, inilah surga telah membukakan pintu-pintunya dan dinampakkan perhiasannya kepada kalian. Ia memanggil kalian: “Marilah kalian kepadaku…wahai hamba-hamba Allah.”

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

“Hai orang-orang yang beriman, kenapa kalian jika dikatakan kepada kalian “Berangkatlah kalian berperang di jalan Allah!” maka kalian lengket dengan dunia. Apakah kalian rela dengan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Maka kenikmatan dunia itu dibanding kenikmatan akhirat hanyalah sedikit belaka.” (QS. At-Taubah [9]: 38)

Wahai para pemuda Islam, marilah bersegera kepada amalan yang paling utama setelah beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ditanya, “Apakah amalan yang paling utama?” Maka beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan rasul-Nya.” Beliau ditanya, “Kemudian apa?” Maka beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Beliau ditanya, “Kemudian apa?” Maka beliau menjawab, “Haji mabrur.”

Ya Allah, ambillah darahku pada hari ini sampai Engkau ridha.

Ya Allah, jadikanlah jasadku sebagai gunung api yang membakar tentara Nushairiyah dan orang-orang murtad.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan untuk jasadku kuburan yang menyatukan tulang belulangnya.

Ya Allah, terimalah aku dalam golongan syuhada’ dan tinggikanlah derajatku bersama golongan para nabi.

Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita, Muhammad…”

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya