Berita Dunia Islam Terdepan

Syamsudin, warga Poso: Saya dipukuli dan disetrum

38

Support Us

POSO (Arrahmah.com) – Syamsudin (32) mungkin tidak akan lupa bahwa tanggal 20 Desember telah menjadi hari kelam dalam hidupnya. Penjual Mie Ayam di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara itu menjadi korban salah tangkap pihak Brimob dalam aksi pengejaran pelaku penembakan terhadap dua anggota Brimob,. Tidak hanya itu, Syamsuddin pun mengalami siksaan berat selama proses penyelidikan.

Melalui testimoninya, kejadian ini berawal selepas dirinya mendirikan Shalat dzuhur dan bersiap jualan seperti hari biasanya. Tidak lama berselang, seorang petugas datang menghampiri dan mendobrak pintu rumahnya.

“Mereka masuk ke dalam rumah menendang pintu dan mengobrak- abrik isi kamar. Melihat perilaku petugas, istri saya tak senang kemudian berujar. ‘Jangan tendang-tendang pintu Pak!'” tuturnya seperti dilansir islampos.

Tidak menerima perkataan sang istri, pihak aparat justru balik membentak. Petugas kemudian menyuruhnya tiarap hingga kemudian kedua tangannya diikat petugas ke belakang.

“Selanjutnya saya dibawa ke truk melewati pintu belakang rumah,” imbuhnya yang mengaku diperintahkan tetap berdiri saat naik truk untuk dibawa ke Pos Kalora.

Berita Terkait

Ketika sampai di Pos itulah, Syamsudin mengaku mulai mendapat pukulan bertubi-tubi. Wajah, dada, dan perutnya  menjadi bulan-bulanan petugas yang mengiranya adalah bagian dari jaringan Poso yang terlihat dalam aksi penembakan. Padahal tuduhan itu ternyata tidak terbukti.

“Pukulan tersebut berkali-kali mendarat di wajah dan badan saya. Saat diintrogasi di pos polisi saya disuruh jongkok dengan mata tertutup,” akunya.

Ketika polisi selesai ‘menghadiahi’ pukulan, Syamsuddin kemudian dibawa ke Polres Poso. Malang tak bisa ditolak, tampaknya Polisi belum merasa puas hingga Syamsuddin kembali mendapatkan tinjuan petugas. Bahkan penjual Mie ini mengaku sempat mendapat berbagai bentuk penyiksaan mengerikan dalam aksi salah tangkap itu.

“Saya disetrum, kaki saya diinjak kursi yang diduduki petugas. Hingga mereka memasukan moncong senjata ke dalam mulut saya dan mengancam akan menembak mati,” imbuhnya yang kemudian melawati tiga malam dengan mata tertutup dan dipisahkan dalam ruangan tersendiri.

“Setelah masa penahanan 7 x 24 jam selesai, saya kemudian dibebaskan karena dianggap tak cukup bukti terkait keterlibatan terorisme,” pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)

 

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

FPI Heran TNI Urus Baliho, Itu Tugasnya Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Front Pembela Islam (FPI) mengaku heran dengan pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut penurunan baliho Imam Besar Habib Rizieq Syihab yang dilakukan personel TNIatas perintahnya.…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Amnesti Kecam Pelabelan AS Atas Gerakan Boikot Israel Sebagai 'Anti-Semit'

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amnesti Internasional telah mengecam pelabelan yang dilakukan Washington atas gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang menyebutnya sebagai antisemit. Amnesti menyebut langkah Washington tersebut…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Iklan