Sukamto, warga Poso: Dipukuli hingga pingsan

169

Support Us

POSO (Arrahmah.com) – Sebanyak 14 orang dari Desa Tambarana dan Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, menjadi korban salah tangkap kepolisian setempat. Mereka ditangkap setelah terjadi penyerangan terhadap patroli Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah di Gunung Taswinuni, Desa Kalora, 20 Desember 2012 lalu.

Sukamto (45), salah seorang korban salah tangkap, menuturkan kronologi penangkapannya. Saat terjadi penembakan terhadap anggota Brimob, ia sedang berada di rumah. Ia pun mengaku tidak tahu persis tempat kejadian penembakan tersebut. Hanya ia sempat mendengar ada kabar anggota Brimob tertembak.

“Saat itu saya sedang memasang instalasi listrik di rumah saya, ketika selesai memasukan kabel di paralon, saya kemudian turun. Tak lama saya mendengar kabar ada penembakan Brimob,” katanya dalam testimoni tertulisnya dikutip dari Islampos.com, Jum’at (4/1/2012).

Selang beberapa saat, terdengar suara anggota Brimob memintanya keluar dari rumah. Tanpa sempat klarifikasi, petugas Brimob tersebut langsung menuduhnya sebagai dalang penembakan. Padahal, sejak awal kejadian penembakan, Sukamto berada di rumah.

“Brimob itu berteriak bahwa saya dalang dari kejadian tersebut,” katanya yang juga berprofesi sebagai petani ini.

Berita Terkait

Saat itulah, kejadian naas penyiksaan terhadap Sukamto bermula. “Kerak baju saya kemudian ditarik oleh brimob yang datang mengrebek rumah. Saya diseret dan dipukuli. Mereka menyuruh saya teriak memanggil nama kakak saya,” akunya.

Sekitar jam 10, Sukamto pun tiba di pos Brimob Kalora. Oleh beberapa petugas, wajah dan tubuhnya menjadi bulan-bulanan pukulan petugas. Penyiksaan ini sempat membuatnya pingsan.

“Saya dipukuli dan dihajar hingga pingsan. Saya baru tersadar saat mobil yang membawa telah sampai di Polres Poso,” terangnya.

Ketika ditangkap, seluruh warga dilarang keluar oleh Brimob. “Nyaris tak ada yang melihat saya saat itu,” katanya.

Namun, berbeda dengan Jurfri, korban salah tangkap lainnya, Sukamto mengaku diperlakukan dengan baik setiba di Polres Poso. Ia tidak mendapati pukulan dan siksaan lainnya. “Tak ada lagi penyiksaan seperti di pos Kalora,” pungkasnya.

Setelah dibebaskan karena terbukti tidak bersalah, kini Sukamto bersama korban lainnya mengadu ke DPRD Poso atas tindakan kekerasan yang mereka alami. Mereka menuntut keadilan sebagai warga Poso yang sudah dilakukan sewenang-wenang oleh aparat Brimob. (bilal/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Armenia tunjuk menhan baru pasca gencatan senjata Nagorno-Karabakh

YEREVAN (Arrahmah.com) - Presiden Armenia menunjuk menteri pertahanan baru pada Jumat (19/11/2020) setelah meluasnya kecaman terhadap pemerintah atas gencatan senjata yang mengamankan kemajuan bagi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pasca…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Iklan