Berita Dunia Islam Terdepan

Pemuda masjid ditangkap Densus 88, Ketua RT : Mereka pemuda baik

4

SOLO (Arrahmah.com) – Densus 88 anti teror kembali menangkap dua pemuda tertuduh teroris, di dukuh waringenrejo RT 05 RW 21 kelurahan cemani, kecamatan grogol, kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2012) pukul 23.00 WIB. Kedua pemuda terduga teroris tersebut bernama Ihsan (27) dan Tony (25).

Ihsan berasal dari Sleman Yogyakarta, sedangkan Tony berasal dari solo. Keduanya, tinggal di masjid Baitul Amin Cemani. Selain keseharian sebagai takmir mereka juga bekerja sebagai penjual roti kebab. Keduanya dituduh terlibat rencana pengeboman Polsek Pasar Kliwon Solo.

Ketika ditemui oleh wartawan, ketua RT 05 RW 21 Cemani yang akrab disapa dengan Pak Lilik mengatakan bahwa mereka merupakan pemuda yang baik dan rajin beribadah.

 “Mereka adalah dua pemuda yang rajin beribadah, sebagaimana bisa dilihat dari kehidupan sehari-harinya. Mereka juga senantiasa bergaul dengan masyarakat sekitarnya, sopan santun dalam bertutur kata” Ungkapnya kepada kontributor arrahmah.com, Selasa (11/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kedua pemuda tersebut tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan, apalagi terlibat jaringan terorisme.

“Mereka hanya pemuda takmir biasa dan tidak memiliki rutinitas yang mencurigakan apalagi disebut sebagai teroris. Mereka hanya penjual roti kebab sebagai pekerjaan tambahan selain menjadi takmir” ujarnya

 Beliau menambahkan bahwa dalam proses penangkapan ia tidak mengetahui bahwa dua warganya di tangkap oleh densus 88.

“Saya sama sekali tidak tahu bagaimana proses penangkapan tersebut, saya tahu malah dari warga. itupun pada waktu sore hari sewaktu saya pulang dari kerja. Saya juga sempat kaget, kalau kedua takmir tersebut di tangkap apalagi sebagai tersangka teroris” tutur beliau.

Penegasan ketua RT tersebut dibenarkan salahseorang takmir masjid Baitul Amin, Martono. Menurutnya tidak ada yang mencurigakan dalam kesehariannya, apalahi terlibat terorisme. Keduanya sopan, supel dan terbuka. Menyapa siapa saja yang lewat. Ia juga tidak melihat aktifitas lain dari kedua pemuda ini selain berjualan kebab. “Apalagi kegiatan yang nyleneh”. Ungkapnya.  (bilal/syaikhan/arrahmah.com)

 

Baca artikel lainnya...