Berita Dunia Islam Terdepan

Tiga serangan bom mobil hancurkan asrama perwira militer dan cederai gubernur rezim Suriah di Dara’a

1

DARA’A (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah kembali melakukan tiga serangan bom mobil terhadap asrama perwira militer, posko dinas intelijen militer dan rumah dinas gubernur rezim Suriah di kota Dara’a.

Dua serangan bom syahid menghancurkan asrama perwira dan posko dinas intelijen militer. Satu serangan bom mobil lainnya menghancurkan rumah dinas gubernur rezim dan mencerai kepalanya.

Sebuah bom syahid lainnya yang semula ditujukan terhadap posko militer Kibritah akhirnya dibatalkan oleh mujahidin, demi menghindari jatuhnya korban di pihak warga sipil muslim yang tengah diperiksa oleh tentara dalam posko militer tersebut.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Jabhah Nushrah – Penjelasan no. 169

Bagian dari operasi “awal dari keruntuhan”

Perang “petir-petir kiriman”

Menghancurkan posko militer Khan Baqar dekat bandara militer Nairab dengan serangan bom syahid

Keterangan foto: Foto serangan bom terhadap asrama perwira di Dara’a 

 

Allah berfirman:

))فَإِمَّا تَثقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذكَّرُونَ ((

“Maka jika engkau mengungguli mereka dalam peperangan, hendaklah engkau cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan menumpas mereka, agar mereka mengambil pelajaran.”(QS. Al-Anfal [8]: 57)

Para pemuda Islam di negeri Syam masih terus menuliskan dengan darah mereka sejarah kemuliaan, mereka memberikan contoh-contoh terindah dalam hal pengorbanan, keberanian maju dan jibaku. Para ksatria Syam di kota Dara’a telah melakukan serangan ganda berkwalitas, yang dilaksanakan sebagai berikut:

1. Menyerang sebuah markas dinas intelijen militer rezim dengan bom mobil yang disetir oleh akh pelaku serangan syahid, Abu Hussam Al-Janubi. Markas tersebut telah menjadi pusat berkumpulnya sejumlah besar tentara rezim Suriah. Operasi serangan bom syahid itu dilakukan pada saat sejumlah perwira dinas intelijen militer berada dalam markas.

2. Menyerang asrama perwira militer rezim dengan bom mobil yang disetir oleh akh pelaku serangan syahid, Abu Muhammad Al-Janubi. Markas tersebut telah menjadi pusat berkumpulnya sejumlah besar perwira tentara rezim Suriah untuk membuak makar jahat terhadap kaum muslimin. Maka Allah menghancurkan mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Ledakan bom syahid itu menimbulkan kehancuran yang besar pada bangunan asrama perwira dan membakar perkemahan tentara yang mengelilingi bangunan asrama perwira. Musuh-musuh Allah terbunuh, cedera parah atau copot jantungnya akibat serangan dahsyat tersebut.

3. Menyerang rumah dinas gubernur Dara’a dari arah selatan dengan sebuah bom mobil yang diparkir, sehingga mengakibatkan rumah itu hancur total akibat ledakan bom mobil, sebagaii balasan setimpal atas kejahatannya. Rumah dinasnya telah runtuh menimpanya dengan bom mobil mujahidin sebagai balasan atas bombardir pesawat tempur mereka yang menghancur leburkan rumah-rumah kaum muslimin. Gubernur Dara’a mengalami luka parah di bagian kepala, semoga Allah tidak menyelamatkannya.

4. Posko militer Kibritah adalah target operasi bom mobil keempat, di mana akh pelaku serangan bom syahid ketiga telah berangkat menuju target dengan tekad bulat dan ketegaran. Namun ternyata posko militer itu menghentikan sebuah mobil penduduk yang lewat di depan posko dan memerikasa para penumpangnya dalam waktu yang lama. Maka akh tersebut terpaksa kembali ke markas mujahidin dan membatalkan operasi serangan bom syahid itu semata-mata demi melindungi nyawa kaum muslimin.

Maka hendaklah musuh-musuh Allah menunggu-nunggu hari-hari yang berat, dan sesungguhnya hari-hari itu akan senantiasa berganti. Segala karunia dan pujian milik Allah semata.

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya.

Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam

Dari Mujahidin Syam di Medan jihad

Bidang Media

Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda

 

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam

11 Muharram 1433 H / 25 November 2012 M

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...