Jabhah Nushrah mendapatkan dua tank dan belasan kendaraan dari penaklukan Brigade Artileri Miyaden

9

DIER EZUR (Arrahmah.com) – Mujahidin Islam dan FSA melakukan serangan gabungan terhadap Brigade Artileri rezim Suriah di kota Miyaden, Dier Ezzur pada pertengahan bulan November 2012. Melalui pertempuran yang sengit dan alot selama beberapa hari, Brigade Artileri militer rezim Suriah di kota Miyaden berhasil dihancurkan pada Kamis (22/11).

Mujahidin Islam mengambil peran serta paling besar dalam penaklukan Brigade Artileri di Miyaden. Kelompok mujahidin Jabhah Nushrah, Brigade Ahrar Asy-Syam, dan Gerakan Islam Al-Fajr merupakan tiga kelompok mujahidin Islam yang bertempur di barisan paling depan.

Dari pihak mujahidin FSA, Brigade Shuqur Asy-Syam dan kesatuan lainnya juga bertempur dengan gagah berani.

Serangan gabungan mujahidin Islam dan FSa telah membuat mereka mampu merebut markas Brigade Artileri dan menewaskan banyak tentara rezim Suriah. Mujahidin Islam dan FSA mendapatkan banyak meriam, mortar, tank dan kendaraan tempur lainnya dari markas Brigade Artileri Miyaden.

Semua harta rampasan perang itu dibagikan di antara kelompok-kelompok mujahidin Islam dan FSA yang terlibat operasi gabungan. Mujahidin Islam dan FSA bertahan di kota Miyadin selama beberapa hari untuk mengantisipasi serangan balasan militer rezim Suriah.

Pada Rabu (28/11) mujahidin Islam dan FSA berangsur-angsur meninggalkan kota Miyaden dan kembali ke markas masing-masing. Mujahidin Jabhah Nushrah sendiri kembali ke Dier Ezur melalui jalan raya yang padat dengan penduduk yang meneriakkan takbir dan mengelu-elukan mujahidin. Belasan kendaraan mengangkut ratusan mujahidin Jabhah Nushrah kembali ke markas-markas mereka.

Mujahidin Jabhah Nushrah mendapatkan sejumlah kendaraan militer jenis pick up, meriam, mortir dan senapan lainnya dari pembagian harta rampasan perang di Miyadin. Konvoi belasan kendaraan mujahidin Jabhah Nushrah juga didampingi dua buah tank yang menjadi jatah Jabhah Nushrah.


(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.