Setelah berjihad tiga dekade, Mujahid asal Saudi menemui syahidnya di Suriah

11

Setelah menghabiskan tiga dekade dalam hidupnya terlibat dalam Jihad di Afghanistan, Bosnia dan Hezergovina serta Kashmir, Abdul Aziz Al-Jeghaiman, mujahid asal Saudi, syahid (insya Allah) di Idlib, Suriah, pada awal tahun Islam ini akibat pemboman besar-besaran oleh tentara rezim Bashar Assad.

Al-Jeghaiman, seorang pemuda cerdas, pernah ditawari menjadi asisten pengajar di Universitas King Faisal pada tahun 1980an, tetapi ia lebih memilih untuk pergi ke Afghanistan untuk berjihad bersama para pemuda Saudi dan Arab lainnya.

Sumber menceritakan kepada Al-Hayat bahwa Al-Jeghaiman bahkan memimpin garis depan pasukan Mujahidin ketika itu dalam waktu yang lama dan meninggalkan negara itu ketika perang berakhir.

Kemudian, ketika perang meletus di Bosnia, pemuda gagah berani itu bertolak ke sana untuk berjihad bersama-sama kaum Muslimin di sana.
 
Dia menetap di sana hingga perang berakhir. Karena tak pernah puas dengan Jihad,  ia memutuskan pergi ke Kashmir dan bergabung dengan barisan Mujahidin Kashmir. Konflik di Kashmir yang sangat rumit, membuatnya memutuskan untuk meninggalkan Kashmir.
 
Setelah itu ia pergi ke Suriah pada 2002, takdir mengharuskannya ditangkap dan dipenjara selama dua tahun. Al-Jeghaiman dibebaskan pada 2004 melalui mediator dari Saudi.

Setelah pembebasannya, semua tanda menunjukkan bahwa ia akan kembali ke Arab Saudi dan menetap di sana. Ketika sebagian pemuda pergi ke Irak pada saat invasi AS, namun Al-Jeghaiman memilih tidak pergi.

Tetapi ia memilih untuk masuk ke Suriah lagi pada 2011 dan bergabung dengan para Mujahidin di sana untuk mengejar cita-citanya di jalan Allah. Kemudian ia tidak pernah kembali lagi hingga menemui syahid di negeri Syam itu.

Mendengar kesyahidan Al-Jeghaiman, orang-orang di Al-Ahsa, asalnya, bergembira bahwa ia menemui syahid ketika sedang berjihad dengan para Mujahidin Suriah. Keluarganya hanya mengatakan bahwa siapa saja yang ingin menyampaikan duka cita, mereka harus pergi ke rumah ibunya.

Menurut sumber yang dekat dengan keluarganya, Al-Jeghaiman adalah sosok pemuda yang selalu menginginkan mati syahid.

Semoga Allah merahmatinya dan memasukkannya ke dalam Jannah-Nya.

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.