Pengasuh Pesantren Darul Akhfiya bantah lakukan pelatihan Jihad

Para santri di Pondok Pesantren
16

NGANJUK (Arrahmah.com) –Pengasuh Ponpes Darul Akhfiya yang menempati rumah kontrakan di jalan Puntodewo di Kota Kertosono membantah jika dituduh melakukan pelatihan jihad. Pasalnya, di Ponpes Darul Akhiyak tersebut hanya untuk mempelajari hafal Al-qur’an dan mempelajari ilmu Fiqih.

“Tidak ada itu pelatihan jihad dan latihan militer, di sini kami murni belajar hafal Alqur’an dan hadist,” kata Ustadz Nasirudin, salah satu pengasuh Ponpes Darul Akhfiiya, Senin (12/11/2012) malam seperti dilansir surya online.

Mengenai tudingan warga kalau ponpes sering latihan militer dengan jalan kaki bersenjata pada malam hari, dikatakan Nasirudin, sebagai salah satu latihan pembelajaran ilmu dan pembelajaran kepribadian. Di mana ilmu dan kepribadian santri ponpes dilatih untuk bisa sabar dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada.

“Kalau pelatihan jalan kaki pada malam hari itu lebih untuk kesegaran saja, karena kalau malam harti cuaca panas,” ujar Nasirudin.

Mengenai buku jihad yang ditemukan di rumah kontrakan sebagai lokasi Ponpes Darul Akhfiya, menurut Ustadz Nasirudin itu karena buku seperti itu bebas diperjual belikan di toko. Oleh karena itu jika ada santrinya membeli dan memiliki buku jihad itu tidak salah.

“Untuk itu rasanya tidak bisa disalahkan kalau ada santri Ponpes memiliki buku tersebut karena memang mudah didapat di toko buku,” ucap Nasirudin.

Sedangkan salah satu warga, Marsono menuding, keberadaan Ponpes di rumah kontrakan tersebut sudah meresahkan. Terlebih lagi dari kegiatan yang dilakukan ala militer dengan membawa senjata tajam dan penggemblengan kekuatan tubuh membuat warga semakin curiga.

“Kami khawatir jika di rumah kontrakan itu digunakan untuk latihan jihad teroris, sehingga warga tadi berinisiatif melakukan pengerebekan. Dan petugas kepolisian yang datang langsung mengamankan lokasi dan sekitar 40 santri dari ponpes,” tutur Marsono.

Sementara itu Jubir JAT, Ustads Son Hadi dalam rilisnya menyatakan penangkapan yang dilakukan aparat dengan dalih mengamankan agar tidak bentrok dengan warga merupakan upaya mengadu domba.

“Sungguh in sebuah adu domba konflik horizontal ala PKI” ungkapnya kepada arrahmah.com, Selasa (13/11)

Hingga saat ini, petugas kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penggerebekan ponpes Darul Akhiyak di jalan Puntodewo kota Kertosono Nganjuk. (bilal/arahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.