Foto-foto eksklusif aksi sejuta umat di Tahrir Square Kairo menuntut penerapan syariat Islam di Mesir

15

KAIRO (Arrahmah.com) – Ribuan rakyat Mesir menggelar aksi sejuta umat (milyuniyah tathbiq asy-syari’ah) di Kairo pada Jumat (9/11/2012) menuntut penegakan syariat Islam.

Partai Al-Nur sayap politik kelompok Salafi dan Partai Kebebasan dan Keadilan sayap politik kelompok Ikhwanul Muslimin yang menduduki kursi mayoritas dalam parlemen Mesir, mengatakan mereka tidak ambil bagian dalam aksi tersebut.

Saat ini, 100 anggota Majelis Konstituante telah menggodok rancangan konstitusi baru pasca-rezim Mubarak. Konstitusi baru untuk mengganti konstitusi 1971 yang ditunda oleh dewan militer selama mereka mengambil alih kekuasaan setelah “Mubarak” digulingkan Februari lalu.

Pasal kedua Konstitusi 1971 pada era rezim sekuler Jamal Abdun Nashir menegaskan “Islam adalah agama negara, bahasa Arab adalah bahasa resmi negara dan prinsip-prinsip syariat Islam adalah sumber utama perundang-undangan”. Konstitusi 1971 tetap dipertahankan oleh Dewan Militer saat menetapkan Konstitusi Sementara pada 30 Maret 2011, paska revolusi 25 Januari yang menumbangkan rezim Husni Laa Mubarak.

Muslim Mesir menginginkan Syariat Islam saja yang menggantikan konstitusi tersebut.

Sementara itu kelompok liberal, sekuler dan gereja Koptik yang menjadi komunitas minoritas merasa takut akan kebangkitan Islam di Mesir, mereka menolak penerapan syariat Islam.

Foto 1: Para demonstran memegang poster mushaf Al-Qur’an dan poster lainnya bertuliskan “Allah Maha Besar…segala puji bagi Allah.” Poster itu juga memuat firman Allah “Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin” (QS. Al-Maidah [5]: 50) firman Allah “Dan barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan hukum yang Allah turunkan, niscaya mereka adalah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Maidah [5]: 45) dan tulisan “Ya untuk syariat Allah

Foto 2: Ribuan umat Islam ikut ambil bagian dalam aksi di Tahrir Square.

Foto 3: Sebagian demonstran memegang kain bertuliskan “Syariahlah yang mempersatukan kita. Agamamu…agamamu…dagingmu…darahmu. Saya turun ke Tahrir Square, 9/11/2012. Partai Keselamatan dan Pertumbuhan

Foto 4: Seorang demonstran (sebelah kiri) memegang kertas bertuliskan “Syariah memihak orang-orang miskin

Seorang demonstran (tengah) memegang kertas bertuliskan “Saya orang muslim biasa. Syariat adalah tandaku, buktiku, dan hujahku di hadapan Tuhanku pada hari perhitunganku kelak

Seorang demonstran (kanan) memegang kertas bertuliskan “Syariat kita membuat umat kita merdeka

Foto 5: Syaikh Hafizh Salamah —seorang ulama mujahidin Sinai yang telah berusia lanjut dan baru saja pulang dari mengirimkan bantuan kepada pengungsi muslim Suriah di Turki serta menemui mujahidin Islam di Aleppo dan wilayah Suriah lainnya— turut ambil bagian dalam aksi. Di belakangnya nampak seorang demonstran memegang kertas berbunyi “Tuntutan kami: Konstitusi yang mengekspresikan identitas (keislaman) kami. Partai Rakyat

Foto 6: Dr. Abdullah Badr berorasi di depan para demonstran dari kelompok mahasiswa fakultas syariah

Foto 7: Syaikh Ahmad ‘Asyusy, salah satu tokoh kelompok salafi jihadi Mesir, turut ambil bagian dalam aksi. Di belakangnya tegak berdiri sebuah pamphlet bertuliskan tiga ayat Al-Qur’an. Firman Allah “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Rasulullah) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 65)

Firman Allah “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33]: 36)

Dan firman Allah “Hak menetapkan hukum hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 40)

Foto 8: Para demonstran melaksanakan shalat. Nampak dalam barisan makmum beberapa tokoh salafi jihad Mesir; syaikh Ahmad ‘Asyusy, syaikh Abdul Hakim Hassan alias Marjan Salim dan lain-lain.

Foto 9: Seorang ulama Mesir nampak turut serta dalam aksi. Di tengah massa demonstran nampak jelas poster/pamphlet bertuliskan “Rakyat menginginkan penerapan syariat Allah“, “Ya untuk syariat Allah” dan firman Allah “Bukankah Allah adalah seadil-adil pemberi keputusan?” (QS. At-Tin [95]: 8)

Foto 10: Seorang ulama Mesir turut serta dalam aksi.

Foto 11: Seorang demonstran mengangkat poster bertuliskan “Saya warga negara Mesir. Saya menuntut penerapan syariat Allah secara keseluruhan

Foto 12: Seorang demonstran mengangkat poster bertuliskan “Ya untuk syariat Allah: Al-Qur’an dan as-sunnah

Foto 13: Massa demonstran memasang baliho bertuliskan “Tuntutan kami: Konstitusi yang mengekspresikan identitas (keislaman) kami. Partai Rakyat

Foto 14: Massa demonstran mengangkat poster bertuliskan firman Allah “Dan barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut hukum yang Allah turunkan, niscaya mereka adalah orang-orang kafir” (QS. Al-Maidah [5]: 44) dan tulisan “Syariat Islam adalah sumber perundang-undangan. Tiada kehidupan yang sebenarnya kecuali dengan penerapan syariat Allah

Foto 15: Massa demonstran mengangkat poster bertuliskan “Rakyat menginginkan penerapan syariat Allah

Foto 16: Massa demonstran mengangkat poster bertuliskan “Syariat (Islam) adalah konstitusi kami

Foto 17: Massa demonstran mengangkat poster bertuliskan “Sekali-kali kami tidak akan tunduk kepada selain Allah. Sekali-kali kami tidak akan mengangkat selain panji Rasul-Nya. Sekali-kali kami tidak akan mendengar (kepada) selain syariat-Nya

Foto 18: Seorang demonstran mengangkat bendera daulah Islam, panji hitam bertuliskan dua kalimat syahadat. Di sampingnya, seorang demonstran mengangkat poster bertuliskan “Akan sulit dan memalukan untuk menerangkan kepada generasi-generasi mendatang bagaimana suara mayoritas Islam (dalam parlemen Mesir, pent) yang diusung oleh 90 % pemilih muslim tidak mampu menetapkan syariat Islam secara tegas dalam konstitusi Mesir paska revolusi

Foto 19: Para demonstran memegang poster (belakang) bertuliskan “Bagaimana kalian ingin masuk surga Rabb kalian sementara kalian menerapkan selain syariat-Nya?” dan poster (depan) berbunyi “Keamanan dan jaminan keamanan hanya dalam penerapan syariat Allah

Foto 20: Seorang demonstran mengangkat tinggi-tinggi poster berbunyi “Rakyat menginginkan penerapan syariat Allah” dengan latar belakang menara masjid dan hotel Semiramis Intercontinental

Foto 21: Para demonstran memegang poster berbunyi “Rakyat ingin membersihkan peradilan

Foto 22: Para demonstran duduk mendengarkan orasi

Foto 23: Para mahasiswa dari Universitas Asyut memegang poster bertuliskan “Syariat kita adalah kehidupan kita“. Di depannya para demonstran dari kelompok Jama’ah Islamiyah Mesir memegang poster berbunyi “Hak menetapkan hukum hanyalah kepunyaan Allah.” (QS. Yusuf [12]: 40) dan “Syariat Rabb kita adalah kehidupan bagi kita

Foto 24: Para mahasiswa dari Universitas Asyuth dan para anggota Jama’ah Islamiyah Mesir dengan poster mereka. Nampak juga Thariq Azmirai, tokoh Jama’ah Islamiyah Mesir, menyampaikan orasi.

Foto 25: Massa demonstran dalam aski mereka.

Foto 26: Sebagian demonstran menuliskan grafiti di sebuah tembok, firman Allah “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah [[2]: 204-205)

Foto 27: Para demonstran memegang sejumlah poster di pinggir jalan raya. Sebagian poster berbunyi “Kenapa kalian takut terhadap syariat? Ikhwanul Muslimin“, “Rakyat menginginkan penerapan syariat Allah. Ikhwanul Muslimin“, “Ya untuk syariat Allah. Ikhwanul Muslimin“, “Al-Qur’an konstitusi kami. Ikhwanul Muslimin” dan “Syariat Ar-Rahman = kehidupan mulia“.

Foto 28: Para demonstran melakukan shalat berjama’ah.

Foto 29: Seorang demonstran dengan poster berbunyi “Apa yang Allah lakukan sampai engkau menolak syariat-Nya? Pesan kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam: “Bersatulah kalian, kita datang untuk membela syariat Allah, kita tidak rela menerima selain syariat-Nya sebagai undang-undang kita. Jika Barat saja berpendapat kesuksesan bangsa-bangsa itu berada dalam Islam, kenapa kita tidak rela dengan syariat Allah?”

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.