Penerapan syariat Islam ciptakan stabilitas kehidupan warga di Mali Utara

19

TIMBUKTU (Arrahmah.com) – Dalam beberapa bulan terakhir ini AS, Perancis dan negara-negara sekuler Afrika Barat sedang mempersiapkan diri untuk melakukan invasi militer ke wilayah Mali Utara. Tujuan utamanya adalah menghancurkan mujahidin Anshar Ad-Din yang menerapkan syariat Islam di wilayah Mali Utara.

Kondisi Mali Utara sendiri di bawah naungan penerapan syariat Islam sangat aman dan tentram. Selama bulan September dan Oktober 2012, ribuan warga yang semula mengungsi ke wilayah lain telah kembali pulang ke Mali Utara.

Kehidupan masyarakat semakin membaik dengan layanan listrik, air bersih dan kesehatan gratis oleh pemerintahan mujahidin Anshar Ad-Din. Lapangan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik daripada era pemerintahan rezim sekuler Mali menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar tenaga kerja di Mali Utara.

Pemerintahan mujahidin Anshar Ad-Din telah membentuk Lembaga Amar ma’ruf Nahi Munkar untuk mengawal masyarakat di atas amal-amal kebajikan dan mencegah mereka dari melakukan kemungkaran. Penerapan syariat Islam sukses menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Timbuktu, Gao dan wilayah lainnya yang berada dalam kontrol mujahidin.

Kepolisian Islam yang dibentuk mujahidin juga terlibat aktif menegakkan keamanan dan ketertiban. Kepolisian Islam aktif terjun ke pasar-pasar untuk mencegah kezaliman, kecurangan dan penipuan dan pungutan liar terhadap para pembeli atau pedagang. Sistem ribawi dihapus dari aktivitas ekonomi. Penerapan syariat Islam sukses menciptakan stabilitas ekonomi di wilayah Timbuktu, Gao dan wilayah lainnya yang berada dalam kontrol mujahidin.

Dampak positif penerapan syariat Islam bagi kestabilan ekonomi, politik dan keamanan di Mali Utara inilah yang mengkhawatirkan AS, Perancis dan rezim-rezim sekuler Afrika Barat. Mereka ketakutan mayoritas umat Islam di negara-negara Afrika lainnya melakukan revolusi rakyat guna menegakkan syariat Islam. Jika hal itu terjadi maka sistem kufur demokrasi sekuler yang telah gagal menciptakan stabilitas tidak akan laku dipasarkan lagi.

Tak heran apabila presiden Nigeria, Goodluck Ebewe Jonathan pada Jum’at (2/11) menyerukan kepada Dewan Kerjasama Ekonomi Afrika Barat untuk segera mengusir mujahidin Al-Qaeda dari Mali Utara. Bagi AS, Perancis dan rezim-rezim demokrasi sekuler Afrika Barat, umat Islam manapun yang menerapkan syariat Islam adalah teroris Al-Qaeda.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.