Video penembakan brutal Kholid beredar luas di dunia maya

16

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sejumlah pemberitaan menyudutkan Kholid sebagai pelaku tindak pidana terorisme yang melakukan perlawanan sehingga ditembak oleh Densus 88, kali ini terbantahkan. Pasalnya, telah beredar video yang merekam peristiwa ketika Kholid ditembak dengan brutal oleh aparat hingga gugur.

Video yang berdurasi 41 detik tersebut diunggah di Youtube dengan judul “Penembakan Brutal Almarhum Kholid oleh Densus 88 laknatullah” dan dipublish oleh akun bernama abukhanza1.

Nampak terlihat video diambil dari lantai atas sebuah rumah yang berjarak kurang lebih 50 meter.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kholid ditembak Densus 88 setelah menjalankan shalat Subuh Sabtu (3/11).

Selain itu, dalam waktu yang bersamaan Densus 88 menangkap tokoh agama masyarakat setempat, Ustadz Yasin.

Sebenarnya tidak terjadi baku tembak dalam penangkapan terhadap Kholid. Kholid yang bertugas sebagai polisi hutan itu, ditembak tanpa perlawanan. Bahkan diduga Kholid ditembak dalam jarak yang cukup dekat. Kesimpulan itu berdasarkan luka tembak yang diderita almarhum.

Menurut informasi, almarhum meninggalkan seorang istri yang tengah hamil dan seorang anak. Kholid tinggal di Jalan Pulau Sabang Desa Kayamanya Kota Poso.

Jenazah Kholid dimakamkan di pemakaman umum setempat pada Sabtu (3/11) malam. Sebelumnya, aparat kepolisian bersikeras akan membawa jenazah Kholid ke Jakarta. Namun, atas upaya keluarga dan warga masyarakat, jenazah Kholid akhirnya dimakamkan di desanya.

Penembakan terhadap Kholid memicu, kecaman keras dari beberapa tokoh diantaranya Ketua Bidang nahi munkar Munarman, yang meminta Densus 88 dibubarkan. Selain itu, kecaman serupa dilancarkan oleh ketua Lembaga Kajian Politik dan Syariat Islam, Ustadz fauzan Al Anshori sebagai tindakan biadab.

  “Sebelum Kholid dihabisi Densus 88, dia ditembak kakinya setalah roboh ditembak kepalanya. Hebat, hebat hebat rambo Densus 88,” kata Ustadz Fauzan.

Video Lengkap:

 

(bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.