Pejabat militer yang terlibat kejahatan seksual: "Saya seorang Jenderal, dan saya akan melakukan apapun yang saya inginkan"

10

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Setelah berbulan-bulan menyimpan detil kasus terhadap seorang prajurit AS, jaksa Angkatan Darat AS pada Senin (5/11/2012) mengajukan bukti melawan Brigjen jeffrey A. Sinclair, seorang veteran berusia 50 tahun yang dituduh melakukan kejahatan seksual terhadap lima perempuan.

Dari Fort Bragg, Carolina utara, jaksa untuk Angkatan Darat AS mulai mengajukan bukti-bukti dalam sidang yang akan menentukan apakah Sinclair akan menghadapi pengadilan militer atas tuduhan serangan seksual dan kejahatan lainnya yang dilakukan saat dia mewakili Amerika Serikat.

Sinclair telah diselidiki selama beberapa bulan, namun tidak secara resmi didakwa hingga akhir September lalu.  Kini untuk pertama kalinya sejak Pentagon mempublikasikan kasus ini, bukti-bukti yang digunakan untuk mengadili jenderal bintang satu itu disajikan kepada media.

Menurut laporan Observer, jenderal bintang satu itu melakukan pelecehan seksual terhadap empat bahawannya di Angkatan Darat-dua kapten, seorang mayor dan seorang letnan-dan seorang warga sipil.  Sinclair telah melanggar kode militer Fort Bragg, serta pangkalan di Jerman, Irak dan Afghanistan di mana serangan itu dikatakan terjadi “di tempat parkir, di kantornya di Afghanistan dengan pintu terbuka, di balkon terbuka, di hotel dan di pesawat”, lapor Rusia Today.

Jaksa mengatakan bahwa sinclair mengirim foto dan video kekerasan seksual kepada parkorbannya dan membuat komentar penghinaan terhadap perempuan.

Ketika dihadapkan mengenai komentar-komentar tersebut, Sinclair menjawab, “Saya seorang Jenderal dan saya akan melakukan apapun yang saya inginkan”.

Sambil menunggu hasil sidang minggu ini, Sinclair bisa menghadapi sidang di pengadilamiliter atas tuduhan sodomi secara paksa, perilaku seksual menyimpang, menyalahgunakakartu perjalanan pemerintah dan memiliki pornografi saat bertugas(haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.