Ustadz Abu Jibriel: Jihad Suriah menjadi medan pembuktian keimanan seorang Muslim

19

JAKARTA (Arrahmah.com) – Wakil Amir Majelis Mujahidin (MM) Ustadz Abu M. Jibriel Abdul Rahman berharap Suriah bisa menjadi medan jihad bagi kaum Muslimin. Karena menurutnya hanya melalui jalan Jihad, Islam dapat kembali menegakkan kemuliaannya. Meskipun Jihad bukanlah jalan yang ramai dilalui manusia.

Hal itu ia sampaikan ditengah tabligh akbar dan penggalangan dana untuk Muslim Suriah yang digelar oleh Forum Peduli Suriah (FPS), Minggu, 19 Dzulhijjah 1433 H (4/11/2012), ba’da zuhur sampai ashar, kemarin di Masjid Al Azhar kebayoran, Jakarta Selatan.

“Yang cinta terhadap jihad tidak banyak. Tetapi, yang tidak banyak ini Allah akan rekomendasikan untuk membelinya,” ujarnya.

Maknanya, mengutip penjelasan Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, Allah akan membeli seorang mujahid dengan surga yang tidak akan mendapatkan surga tersebut selain melalui jalan jihad.

“Allah mempersiapkan surga seratus tingkat bagi mujahid, kalau bukan dengan Jihad kita tidak akan mendapatkannya,” terang Ustadz Abu Jibriel.

Kata Ustadz Abu Jibriel, sudah cukup lama ia berbicara tentang Jihad. Namun, sebenarnya ia malu karena merasa belum pantas dan layak berbicara hal tersebut. Tapi mengingat pentingnya Jihad dalam kehidupan ini, ia tetap berusaha menjelaskannya.

“Saya menekan rasa malu saya, untuk terus berbicara tentang Jihad agar bapak-bapak dan ibu-ibu cinta akan jihad,” tuturnya.

Masih berbicara tentang Jihad, Ia menceritakan beberapa kali terlibat dalam perang, tapi Allah belum memanggilnya untuk syahid. Di Afghanistan, Filipina dan Ambon, keinginan untuk mati syahid itu belum Allah luluskan. Oleh karena itu ia berharap jihad suriah dapat menghantarnya kepada cita-cita tersebut.

MengingatJjihad merupakan ujian bagi orang-orang beriman, sehingga dapat terbukti siapa yang hanya mengaku mujahid dan siapa mujahid sesungguhnya, serta jihad menjadi ujian bagi kesalehan, kealiman, dan kemasyhuran seorang Muslim. Maka, umat Islam harus mengambil peran dalam membantu kaum Muslimin di Suriah. Pasalnya, jihad Suriah juga akan menjadi medan ujian tersebut bagi kaum muslimin untuk membuktikan keimanannya kepada Allah SWT.

“Jihad Suriah akan membuktikan, apakah kita tertidur ataukah kita bangun melihat penderitaan yang dialami saudara kita disana,” ujar Ustadz Abu Jibriel berapi-api.

Oleh karena itu, Ustadz Abu Jibriel menghimbau dan mendorong kepada umat Islam, bagi yang tidak bisa turut ke medan jihad Suriah untuk menolong saudara-saudara Muslim yang sedang dibantai oleh rezim Assad, maka membantu untuk mempersiapkan sarana jihad mereka yang tengah berjihad, itu sama dengan berjihad, sebagaimana hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena dengan jalan jihad pula dapat menyelamatkan mereka dari azab api neraka.

“Jika engkau mampu pergi berjihad, pergilah! Jika engkau mampu untuk berinfaq, berinfaqlah! Jika engkau tak mampu keduanya, doa adalah senjatamu. Jika engkau diam tak peduli, itu tanda keridhoan atas penindasan terhadap kaum muslimin,” katanya.

Dalam kesempatan itu, tampil pula sebagai pembicara Ustadz Abdul Wahid Alwi (Wakil Ketua DDII), Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI)), Ustadz Ferry Nur (KISPA) dan Ustadz Farid Ahmad Okbah. Serta dilakukannya penggalangan dana dan pembagian buku-buku secara cuma-cuma. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.