Allahu Akbar! Pejuang Suriah berhasil kuasai ladang minyak di timur Deir Ezzor

12

DEIR EZZOR (Arrahmah.com) – Pejuang Suriah telah menduduki ladang minyak utama di timur provinsi Deir Ezzor, ujar aktivis setelah sehari pengepungan berlangsung.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan al-Ward telah jatuh ke tangan pejuang Suriah setelah pertempuran sengit, lansir BBC.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa itu adalah pertama kalinya para pejuang Suriah menguasai ladang minyak.

Berita ini muncul ketika berbagai kelompok oposisi yang berada di luar negeri bertemu untuk pembicaraan di Qatar.

Juga pada hari Minggu (4/11/2012), Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan dalam statemen bahwa mereka berhasil memberikan bantuan kepada korban di pemukiman di kota Homs untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami telah memasuki homs pada beberapa kesempatan dalam beberapa bulan terakhir, namun kali ini adalah pertama kalinya kami mampu mencapai pemukiman Khalidiya dan Hamidiya di Old City,” ujar Marianne Gasser, kepala delegasi ICRC di Suriah.

ICRC mengatakan hal itu mampu memberikan perawatan medis untuk 100 korban luka, dan mendistribusikan bantuan makanan dan kebersihan untuk lebih dari 1.200 orang.

Kepala organisasi HAM yang berbasis di Inggris, Rami Abdel Rahman mengatakan pejuang di Brigade Jaafar Tayyar mengambil alih kontrol ladang minyak Al-Ward, timur kota Mayadin, setelah pengepungan selama beberapa hari.

Ia juga mengutip para saksi, warga setempat dan aktivis yang mengatakan pejuang Suriah telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melakukan serangan terhadap Mayadin.

Rahman menambahkan bahwa sekitar 40 tentara Assad yang menjaga ladang minyak telah terbunuh, terluka atau ditangkap.

Salah satu aktivis di daerha tersebut mengatakan kepada AP, bahwa ladang minyak itu masih bekerja seperti biasa sampai sesaat sebelum dikuasai oleh pejuang Suriah.

Al-Ward merupakan salah satu ladang minyak paling penting di Deir Ezzor yang memegang sebagian besar dari cadangan energi Suriah.

Minyak merupakan sumber devisa utama bagi pemerintahan Assad.  Sampai Uni Eropa memberikan sanksi kepadanya.  Ekspor minyak jatuh menjadi 7.500 ton pada kuartal pertama di tahun 2012 dari 13.500 ton pada kuartal keempat di tahun 2011.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.