Setelah warga tertembak Densus 88, Kota Poso mencekam

17

POSO (Arrahmah.com) – Keadaan kota Poso, Sabtu (3/11/2012) mencekam. Puluhan masyarakat membakar dan mencabuti rambu-rambu yang berada di jalan Kota Poso.

Aparat gabungan Brimob dan TNI masih melakukan pengejaran terhadap puluhan orang tersebut yang membakar sejumlah gedung milik pemerintah. Sebelumnya, seperti dikutip dari obornews ratusan keluarga Khalid PNS Polisi hutan yang gugur tertembak  Densus 88 mendatangi Polres Kota Poso. Saat ditemui keluarga meminta jenazah Khalid tidak diberangkatkan ke Jakarta, keluarga meminta untuk dipulangkan saja.

Saat negosiasi antara keluarga dan Kapolda Sulteng serta Ketua DPRD berlangsung, tiba-tiba dari arah pasar Kota Poso yang jaraknya hanya 20 meter dari Polres terdengar bunyi ledakan. Pantauan dilapangan, puluhan massa yang marah terlihat mencabuti rambu-rambu serta membakar semua fasilitas milik pemerintahan yang berada di jalan Trans Sulawei.

Melihat aksi massa tersebut,aparat Gabungan mengejar pelaku. Melihat hal itu seluruh aktifitas pertokoan dan pasar langsung ditutup oleh warga menghindari peluru nyasar. Selain mengejar pelaku aparat juga merazia kendaraan yang masuk dan keluar kota Poso. Mengenai situasi ini Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Dewa Arsana belum memberikan keterangannya. (bilal/ON/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.