Berita Dunia Islam Terdepan

Sebuah organisasi Muslim di Inggris menganggap film anti-Islam bisa memicu kekerasan dari Muslim kepada non-Muslim (?)

3

LONDON (Arrahmah.com) – Film anti-Islam “Innocence of Muslims” yang menyebabkan kemarahan di kalangan ummat Islam di seluruh dunia, harus dilarang di Inggris, ujar pernyataan sebuah organisasi Muslim terkemuka di Inggris kemarin (1/11/2012).
Jamaat-e-Ahle Sunnah Inggris mengirimkan sebuah surat terbuka kepada pasukan polisi di seluruh negeri meminta agar film tersebut dihapus dari YouTube dengan alasan bahwa hal itu menghasut kebencian rasial, lansir politics.co.uk.

“Kami merasa bahwa film ini telah menyinggung lebih dari 1,5 miliar Muslim yang menyebabkan demonstrasi di lebih dari 75 negara termasuk banyak demonstrasi di Inggris,” ujar surat tersebut.

Namun, kelompok ini tidak meminta film dilarang karena alasan ofensif atau bahwa hal itu akan memicu kebencian terhadap ummat Islam, melainkan bahwa hal itu akan mendorong kekerasan oleh ummat Islam kepada non-Muslim.  Meskipun fakta bahwa film tersebut dibuat oleh sekelompok kafir Amerika yang dengan sengaja menghujat, menghina dan melecehkan Islam dan Nabi Muhammad salallahu alaihi wa sallam dengan dalih kebebasan berekspresi.

“Setelah menganalisa isi dari film, kami mengungkapkan keprihatinan kami dengan alasan bahwa itu akan mendorong dan mempromosikan kebencian rasial dan agama, secara terbuka mendorong kekerasan atas nama iman dan mendorong individu untuk mengikuti ideologi kekerasan,” klaim mereka.

Surat tersebut berisi enam poin dalam film yang dapat menyebabkan Muslim menjadi “radikal” dan bertindak keras terhadap non-Muslim.

Namun, ini tidak dapat diterima oleh polisi atau jaksa karena kualitas film secara umum yang sangat rendah untuk dianggap serius sebagai interpretasi sejarah yang akurat dari Nabi Muhammad salallahu alaihi wa sallam.

Film ini bahkan di beberapa negara mendorong seluruh dunia untuk membuat hukum ‘anti-penghujatan’ oleh PBB, sebuah gagasan yang dikesampingkan oleh Amerika Serikat.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...