Berita Dunia Islam Terdepan

Ormas HASMI bantah terlibat terorisme

3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pernyataan Mabes Polri yang menyebutkan terduga teroris yang ditangkap Sabtu kemarin merupakan jaringan terorisme kelompok HASMI, disangkal oleh DPP Pusat HASMI. Ketua DPP HASMI Muhammad Sarbini, mengatakan, bahwa HASMI yang dituduhkan Mabes Polri sangat berbeda dengan organisasinya.

“HASMI versi Polri memiliki singkatan Harakah Sunni Untuk Masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk HASMI organisasi kami adalah Harakah Sunniyyah  Untuk Masyarakat Islami. Dari namamya saja sudah berbeda dengan versi yang dituduhkan,” kata Muhammad Sarbini di kantor DPP HASMI, Jalan Cimanglid Purnama, Sukamantri, Ciomas, Kabupaten Bogor seperti dilansir Okezone.

Selain itu, pihakanya juga mengeluarkan pernyataan, diantaranya menyebutkan bahwa organisasi yang mereka dirikan sudah mengantongi izin dari pemerintah.

“Bahwa HASMI Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemendagri Dirjen Kesbangpol dengan Nomor 010000/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak 2005 yang berdomisili di Jalan Raya Cimanglid Gang Purnama, Sukamantri, Tamansari, Kab. Bogor dan bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan,” katanya.

Kemudian dia melanjutkan, bahwa HASMI yang disebut Mabes Polri bukanlah bagian dari organisasinya. “Kami adalah ormas Islam yang berkonsentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi dan dalam kegiatan syiarnya senantiasa mengajak untuk berdakwah dengan cara damai dan anti-kekerasan,” tegasnya.

Dia juga mengimbau agar anggota dan simpatisan ormas yang dipimpinya untuk tetap tenang dan bertindak proporsional menyikapi pernyataan tersebut. “Kami terbuka untuk diwawancarai dan dimintai keterangan tentang pemberitaan tersebut,” akunya.

Muhammad Sarbini juga menambahkan, atas tuduhan nama HASMI itu, pihaknya akan mendatangi Mabes Polri untuk meminta klarifikasi. Ia juga mengaku tidak mengenal nama-nama terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di sejumlah tempat pada Sabtu kemarin. “Kami memiliki anggota 10 ribu dan nama-nama yang ditangkap tidak ada di daftrar anggota,” katanya. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...