Berita Dunia Islam Terdepan

Khutbah ‘Idul Adha 1433 H dari Amir Imarah Islam Afghanistan Mullah Muhammad Umar (hafizhahullah)

5

(Arrahmah.com) – Dengan menyebut Nama Allah, yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah, Pengatur Semesta Alam dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada pemimpin dari dua kekuasaan, yang paling mulia dari para rasul, pemimpin para Mujahidin, nabi kita, seorang yang terpilih, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan kepada semua sahabat beliau radhiallahu ‘anhum. Amma ba’du, Saya memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (Qs. Al-Anfaal [8]: 36)

“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”” (Qs. Ash Shaff [61]: 6)

Saya menyampaikan ucapan selamat dari saya kepada seluruh umat Islam Afghanistan, kepada para Mujahidin gagah berani yang sekarang sedang bertempur melawan invasi ini, kepada keluarga para Syuhada’, kepada para jamaah Haji yang terhormat dari berbagai belahan dunia, pada kesempatan ‘Idul Adha ini, sebuah hari raya besar pengorbanan, keikhalasan dan kebahagiaan.

Saya berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberkahi Umat Islam dalam menjalani hari-hari di hari raya ‘Idul Qurban ini, dalam kebahagiaan, kedamaian dan perasaan gembira. Demikian juga, Saya mengucapkan selamat, kepada para saudara Mujahidin yang terhormat, tercinta dan bersemangat tinggi atas kemenangan-kemenangan militer pada tahun ini yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita dan kalian semua ketabahan dan keteguhan yang lebih lagi dan menyelamatkan rakyat kita yang tertindas dari invasi ilegal ini. Tentu saja, saat-saat kemenangan sekarang telah dekat di tangan, daripada waktu lainnya.

Saudara-saudara Mujahidin,

Kalian sekarang sedang berada di tempat yang menyaksikan bahwa jajaran Jihad menjadi lebih kuat, mengalami perluasan di setiap bagian negara ini karena dukungan erat dari rakyat kita yang berani bersama Mujahidin dan pengorbanan mereka. Serangan besar-besaran dan taktik-taktik Jihad yang dilakukan terhadap pangkalan-pangkalan besar para penjajah, musuh mengosongkan pangkalan-pangkalan militer dan barak-barak mereka karena kebangkitan Mujahidin. Sebagian Muslim yang sadar dan berani dari jajaran rezim yang dibentuk oleh para penjajah, melancarkan serangan-serangan yang menentukan (mematikan) terhadap penjajah yang licik. Rakyat Afghan yang telah tertipu, sekarang kembali kepada pangkuan Imarah Islam dengan berkelompok-kelompok, sebagai hasil dari upaya-upaya Komisi Seruan (Dakwah) dan Bimbingan yang sedang berlangsung. Perubahan dan perkembangan hal-hal lainnya adalah sebagian dari pencapaian-pencapaian yang kami dan kalian harus bersyukur, sebagai sebuah kewajiban, kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala karena telah memberikannya kepada kita.

Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kerendahan hati yang mendalam untuk mengaruniai kami kemampuan lebih jauh lagi untuk mencapai tujuan-tujuan kami, untuk tetap berkomitmen pada cita-cita Jihad kami, bukannya menjadi sombong atau menjadi lalai akan tujuan-tujuan ini dan jalan Jihad yang suci. Kita harus mencari keridhoan Allah dalam melakukan semua urusan dan menetapkan hati kita untuk menaati pemimpin kita, untuk melaksanakan hukum-hukum Jihad, dan untuk bekerja untuk menerapkan sistem Islam, untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan rakyat kita, bangsa kita yang kalian dan kami adalah bagian hakikinya, yang telah melalui kesulitan, penderitaan dan penindasan dalam 30 tahun terakhir. Mereka (rakyat) layak mendapatkannya (kenyamanan dan kesejahteraan) karena kewajiban bagi kita untuk memperlakukan mereka dengan toleransi dan akhlak yang baik. Hal ini karena pengorbanan, keikhlasan, dan kekuatan berani dari bangsa ini yang kalian dan kami menjadi mampu untuk tetap berperang melawan kekuatan yang sombong selama sebelas tahun, dengan penuh kemenangan dan menimpakan kepada musuh kekalahan di segala front.

Kalian dan kami harus merasakan rasa sakit bangsa ini dan kesedihannya. Kita harus menyadari bahwa kemenangan sepenuhnya dan menjegal para musuh menjadi mungkin dilakukan hanya dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kerjasama timbal-balik dari rakyat kita. Para pemimpin dan para pejabat Imarah Islam harus berusaha mempererat persatuan, hubungan, dan kerukunan di antara mereka, menghindari musuh-musuh internal, melakukan urusan-urusan Jihad dengan saling simpati dan konsultasi, mengerjakan rencana-rencana dengan baik untuk menghadapi para musuh dan melaksanakannya. Menyediakan fasilitas-fasilitas bagi masyarakat umum, menyelematkan mereka dari kekejaman dan kebrutalan para penjajah dan Arbaki (milisi boneka bentukan Amerika -red), memberikan perhatian penuh untuk mencegah/menghindari koban-korban sipil.

Para musuh telah berusaha dan masih berusaha untuk menyalahkan Mujahidin atas para korban sipil. Tingkatkanlah usaha-usaha kalian untuk memperluas daerah penyusupan di barisan musuh dan untuk menghasilkan aturan dan kesatuan tempur yang lebih baik dalam pekerjaan ini. Taktik ini akan mencapai hasil yang lebih baik lagi, insya Allah. Fokuslah dalam memperbagus akhlak dan meningkatkan level ilmu para Mujahidin. Jelaskan kepada mereka semua perintah-perintah dasar dan adab-adab dalam Jihad, dan memperhatikan pendidikan mereka, keluasan wawasan dan pendidikan moral. Ulurkan tangan untuk membantu para yatim-piatu, orang-orang yang kekurangan fisik (cacat) dan para tahanan. Harus tetap tertanam dalam jiwa kalian bahwa setiap tindakan yang bertentangan dengan Syariat agama dan berdasarkan emosi belaka hanya akan menimbulkan konsekuensi buruk.

Kami menyeru kepada seluruh rakyat Afghan yang masih berdiri bersama rezim antek untuk kembali, untuk bekerjasama secara penuh dengan rakyat Mujahid mereka sebagaimana orang-orang pemberani, dengan tujuan untuk melindungi kepentingan-kepentingan nasional dan untuk mencapai kemerdekaan negara ini. Kegiatan-kegiatan Jihad di dalam lingkaran milisi-milisi negara (pasukan rezim) adalah salah satu strategi yang paling efektif. Dimensinya akan melihat perluasan, pengorganisasian dan efisiensi lebih jauh lagi, insya Allah.

Saya mendesak kepada setiap orang-orang Afghan pemberani di jajaran pasukan asing dan tentara-tentara bayaran mereka yang bisa menemukan sebuah kesempatan untuk memanfaatkan kesempatan ini secara efektif dan menghadapi para musuh Islam dan negara ini di sekeliling mereka dengan segala cara, kesempatan dan taktik-taktik yang mungkin dilakukan untuk menyerang mereka. Ini karena Jihad adalah sebuah kewajiban yang diperintahkan kepada setiap orang (Muslim). Ini adalah kewajiban setiap individu bangsa ini atas dasar perspektif agama dan dasar kesadarannya untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan negaranya.

Para panglima Mujahidin telah diperintahkan untuk menyerahkan nama-nama para pahlawan yang telah melakukan langkah berani semacam itu kepada kepemimpinan ini untuk diberikan penghargaan dan pengakuan lebih jauh atas tindakan-tindakan mereka yang berani.

Terkait nasib politik negara ini, Saya ingin mengulanginya lagi bahwa kami tidak berniat untuk memonopoli kekuasaan atau berniat untuk memicu perang sipil, tetapi hanya berusaha bahwa masa depan politik negara ini harus diputuskan oleh orang-orang Afghan sendiri tanpa campur tangan dari negara-negara besar dan negara tetangga, dan ini bentuknya harus sesuai Islam dan Afghanistan.

Setelah kemerdekaan negara ini, kita harus memiliki pemerintahan nasional yang berbasiskan Syariah dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang akan membawa otoritas pusat dan bebas dari segala macam diskriminasi dan bias. Pekerjaan-pekerjaan akan diberikan kepada yang pantas, integritas wilayah negara ini akan dilindungi. Keamanan akan dijaga, hukum-hukum Syariah akan dilaksanakan, kami akan menjamin hak-hak laki-laki maupun perempuan di negara ini, membangun struktur perekonomian dan memperkuat yayasan-yayasan sosial dan fasilitas-fasilitas pendidikan bagi semua orang di negara ini dalam cahaya aturan Islam dan kepentingan-kepentingan nasional, melakukan semua urusan-urusan akademi dan budaya secara efisien dan akan, dengan bantuan bangsa yang berani ini, menggagalkan usaha-usaha mereka yang memiliki niat untuk menghancurkan Afghanistan dan berniat untuk memicu perang sipil demi mencapai tujuan-tujuan mereka. Mereka seharusnya tidak berpikir bahwa rakyat Afghan yang begitu sederhana bisa dipecah idelogi tingginya, ikatan budaya, sosial dan sejarah di antara etnis persaudaraan mereka. Mantan Uni Soviet sebelumnya telah memburu taktik yang sama untuk menghancurkan, tetapi hasilnya berbeda dengan usaha-usaha mereka dan mereka sendiri terperangkap dalam taktik mereka.

Kami ingin memiliki hubungan yang baik dengan semua yang menghormati Afghanistan sebagai negara Islam yang independen dan hubungan serta pendekatan mereka tidak ingin menguasai dan tidak bersifat kolonialis. Ini adalah apa yang setiap Muslim Afghan yang merdeka inginkan.

Terkait upaya-upaya untuk mencapai pemahaman dengan orang-orang asing (para penjajah), Saya ingin mengatakan bahwa kami akan terus melanjutkan usaha keras politik seiringan dengan perjuangan militer dengan tujuan untuk mendapatkan cita-cita dan tujuan Islam dan bangsa kami. Untuk tujuan ini, kami memiliki entitas dalam bentuk kantor politik untuk menjalankan perjuangan politik. Mereka berinteraksi dengan orang-orang asing dengan pandangan Islam, Jihad dan kepentingan-kepentingan nasional. Saya harus mengatakan bahwa kami tidak memiliki jalur lain untuk mencapai pemahaman dengan orang-orang asing selain melalui Kantor Politik ini, karena kami tidak berpolitik dalam masalah ini secara diam-diam juga kami tidak bisa mentoleransi (yang lainnya) untuk memainkan jalur ini. Kami telah menyusun kebijakan-kebijakan kami untuk mencapai pemahaman atas dasar-dasar nilai agama dan bangsa, dan kami telah mengumumkannya secara umum. Jika agen-agen intelijen dan diplomatik di lingkaran negara-negara penjajah ingin menciptakan channel-channel palsu untuk negosiasi ini dan wajah-wajah palsu (penipu yang menyamar sebagai Mujahidin) dan kemudian membesar-besarkan mereka melebihi tokoh-tokoh aslinya melalui media, hal itu tidak lebih dari membuang-buang waktu dan membodoh-bodohi rakyat mereka sendiri.

Karena kemerdekaan adalah hak setiap orang, jadi kami mendesak dunia, masyarakat intenasional, terutama negara-negara Islam (bangsa Muslim) dan konferensi-konferensi Islam untuk membantu kami atas dasar tanggung jawab moral mereka dalam mengakhiri penjajahan terhadap negara negara Islam kami dan memperoleh kemerdekaan. Demikian juga, mereka harus melaksanakan tanggung jawab mereka atas dasar rasa simpati kemanusiaan dalam membebaskan para tahanan kami yang telah melewati hari-hari dan malam-malam yang sengsara di Guantanamo, Bagram, dan penjara-penjara lainnya serta di penjara-penjara negara-negara tetangga. Terukhusus bagi organisasi-organisasi hak asasi manusia yang harus merasa bahwa ini tanggung jawab mereka untuk mencari tahu/menyelidiki tentang pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia terhadap para tahanan yang menderita yang diberikan berbagai macam siksaan pada saat investigasi di penjara-penjara tersebut setiap hari, yang mana menentang segala hukum.

Mereka menggali pengakuan dari mereka (para tahanan) secara paksa dengan memukuli mereka. Mereka dirampas hak-hak asasi mereka bahkan sebagian dari mereka telah syahid dan menjadi cacat.

Terkait penodaan kehormatan nabi yang maksum, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, oleh musuh-musuh Islam melalui rilisan sebuah film, Saya sangat mengutuk tindakan ini dan ingin mengatakan bahwa para musuh Islam tidak meninggalkan satu batu pun (semua cara telah dilakukan -red) untuk merusak image kesucian agama Islam. Akhirnya, mereka beralih kepada kegiatan-kegiatan keji untuk melakukan penghinaan terhadap kepribadian Nabi yang maksum Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka melakukan tindakan-tindakan keji itu terhadap nabi yang paling mulia yang setiap individu yang memiliki akal yang sempurna tidak akan mentoleransinya, bahkan jika itu dilakukan terhadap orang biasa.

Barat mengatakan penodaan kesucian terhadap Nabi yang maksum shalallahu ‘alaihi wa sallam dan pembakaran kitab suci Al-Qur’an, Kitabullah, sebagai bentuk dari kebebasan berpendapat dan berekspresi, di sisi lain ketika seorang Muslim membaca ayat-ayat Jihad di dalam Al-Qur’an Al-Karim, kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan menerjemahkannya atau dengannya menuntut hak-hak dan kebebasan mereka, kemudian mereka (musuh) justru membawa mereka ke dalam tahanan dengan menyalahkan mereka sebagai teroris dan memberikan mereka penyiksaan-penyiksaan yang paling brutal. Apapun, propaganda mereka di dunia film mereka yang berdasarkan pandangan khayalan dan fantasi mereka, menunjukkan pikiran sempit mereka, yang hanya akan membawa rasa malu dan aib bagi mereka.

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (Qs. Ash Shaff [61]: 8)

Umat Islam seharusnya tidak hanya mengandalkan protes lisan, tetapi benar-benar mengikuti ajaran suci agama mereka, mengikuti cara hidup dan petunjuk Nabi yang maksum shalallahu ‘alaihi wa sallam, menghimpun kesatuan di antara mereka dan memulai praktek perjuangan melawan musuh mereka, kolonialisme.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al Ahzaab [33]:21)

Rakyat Afghan tidak pernah melakukan invasi terhadap siapapun dan juga tidak melakukan agresi terhadap wilayah orang lain, tetapi kami akan terus melancarkan Jihad melawan para penjajah yang telah menginvasi negara kami, hingga penjajahan ini berakhir sepenuhnya.

Kami beritahu kepada para musuh, sebelas tahun lalu kedatangan mereka (ke negara ini) mudah, tetapi kehadiran dan keluarnya mereka (dari negara ini) akan penuh kesulitan. Situasi saat ini menampakkan gambaran yang sama. Kami memiliki kapasitas yang cukup untuk melancarkan perjuangan panjang melawan musuh, kami memiliki keyakinan penuh terhadap Tuhan kami, kesabaran yang besar dan kekuatan manusia yang cukup. Kami tidak meminjam kemampuan ini dari orang (negara) lain atau tidak juga siapapun (orang) memberikannya kepada kami sebagai karunia.

Insya Allah, kami akan menggagalkan semua rencana musuh dengan kemampuan dan kecerdikan yang penuh. Momentum Jihad kami telah mencapai fase yang menikmati dukungan yang komprehensif dari Dunia Islam, simpati dari rakyat dan perlengkapan senjata yang baik telah didapatkan, kami sekarang pada posisi yang akan menghadapi musuh dengan takdir mengejutkan di front militer, Insya Allah.

Dalam hari dan malam suci ‘Id ini, Saya mendesak kepada para individu dan organisasi yang dermawan untuk menghasihi dan menyayangi keluarga Mujahidin dan orang-orang miskin selayaknya terhadap anak-anak dan keluarga mereka sendiri, terutama mereka harus menyayangi anak-anak dan keluarga para Syuhada dan memberikan mereka bantuan baik dengan bantuan langsung atau melalui komisi ekonomi Imarah Islam Afghanistan dan mengaturnya untuk berbagi kebahagiaan dari ‘Id ini.

Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk melimpahkan kepada kita, rakyat beriman dan Mujahid Afghanistan, balasan atas kekuatan, keberanian dan dukungan mengharukan kepada para Mujahidin melawan aliansi kafir yang dipimpin Amerika selama periode yang panjangnya lebih dari satu dekade ini. Karena dukungan ini Jihad mencapai keberhasilan. Demikian juga, Saya memohon kepada Allah Ta’ala untuk memberikan kesabaran, ketabahan dan balasan yang besar bagi para keluarga yang anggota keluarganya telah syahid, terluka atau dipenjara atau menderita kerugian berat pada saat pemboman dan serangan-serangan membabi buta oleh musuh di jalan yang Jihad yang suci ini. Saya beroda kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberikan kemampuan kepada bangsa kita untuk mencapai cita-cita utamanya dengan kesucian darah-darah para Syuhada, dan semoga bendera Islam akan tegak berdiri, berkibar di negara ini. Aamiin, Yaa Rabba ‘alamiin.

Wassalam ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Khadimul Islam

Mullah Muhammad Umar Mujahid

Zulhijjah 1433 H

Imarah Islam Afghanistan

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...