Berita Dunia Islam Terdepan

Siapa yang paling teguh dalam Ujian, Dia yang menjadi patokan bagi mereka yang memerlukan petunjuk jalan

Ustadz Fuad Al Hazimi
5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setiap orang membutuhkan panutan dan teladan pada zamannya pula dalam menjalani hidup, begitupula dalam menghadapi ujian perjuangan. Merujuk kisah Imam Ahmad bin Hambal, ustadz Fuad Al Hazimi menjelaskan sosok seperti apa yang dapat menjadi panutan dan ukuran kaum Muslimin pada zamannya. Berikut penjelasannya kepada arrahmah.com :

Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang ulama yang berjuang sendirian menentang kezaliman penguasa yang menyatakan bahwa al Qur’an adalah makhluk bukan Kalamullah sehingga beliau dipenjara dan disiksa dengan puluhan cambukan setiap hari pada masa pemerintahan Khalifah Al Makmun.

Karena ketaguhannya dalam mempertahankan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah inilah maka beliau diberi julukan Imam Ahlus Sunnah.

Mengomentari sikap dan posisi orang-orang pada saat fitnah ini, Imam Abu Hatim berkata tentang Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahumallohu- :

“Jika kamu lihat seseorang mencintai Imam Ahmad bin Hambal, Ketahuilah bahwa ia adalah Ahlus Sunnah” (Siyar A’lamin Nubala’ 11/198)

Maka jadilah Imam Ahmad bin Hanbal sebagai patokan atau tolak ukur dari orang yang mengikuti sunnah. Siapa saja yang mencintai beliau berarti ia mencintai Dien nya, Aqidahnya, keteguhannya serta kesabarannya dalam menghadapi ujian dan cobaan.

Imam al Fallas berkata : “Tidaklah kalian saksikan seseorang membenci Imam Ahmad bin Hambal kecuali pastilah ia seorang Ahli Bid’ah”

Karena tidak ada seorang pun yang membenci Imam Ahmad kecuali pasti ia bertentangan dengan aqidah dan keyakinan beliau –Rohimahulloh- yang karena keyakinan itu beliau harus menghadapi siksaan dan cobaan namun beliau tetap bersabar atas ujian tersebut.

Imam al Hamdany berkata : “Imam Ahmad bin Hambal merupakan ujian yang dengannya kita bisa tahu apakah seseorang itu Muslim atau Zindiq (Atheis)” (dinukil dari kitab Imamu Ahlis Sunnah – Syaikh Salman Al Audah hal. 37)

Tauladan Jihad di Indonesia

Semoga kesimpulan saya tidak salah –ba’dat tawakkul ‘alalloh– bahwa :

“Dalam situasi penuh cobaan dan ujian di bumi Indonesia saat ini, ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan Ustadz Aman Abdurahman adalah mercusuar bagi mereka yang mengaku bertauhid dan mencintai jihad”

“Tidaklah seseorang mencintai keduanya kecuali ia mencintai jihad dan Mujahidin, dan tidaklah seseorang membenci keduanya kecuali ia mereka membenci jihad dan mujahidin”

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar”. (QS Fushshilat 35)

“Yusuf berkata: “Wahai Rabb ku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.”

“Maka Rabb nya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS Yusuf 33 – 34)

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ?”

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS Al Ankabut 2 – 3)

“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka (orang kafir dan Munafik) bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”. (QS Ali Imron 120)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

“Dengan kesabaran dan keyakinan akan pertolongan dari Allah, niscaya kepemimpinan dalam Dien ini akan diperoleh”

Kemudian beliau menyebut ayat (artinya) : “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”.(QS As Sajdah 24) -Majmu’atul Fatawa 28/442-. Wallahu’alam bishshowab. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...