Berita Dunia Islam Terdepan

Aktivis revolusi Suriah: Muhammad Mursi bukan orang pertama yang “menjual” kita dengan retorika politisnya

2

HAMAH (Arrahmah.com) – Mujahidin Islam dari berbagai kelompok Jihad dan Tentara Kebebasan Suriah di propinsi Hamah tak luput memantau perkembangan situasi politik terbaru di kawasan Timur Tengah. Hasil pertemuan presiden Mursi dan Ahmadinejad di Teheran selama masa KTT Gerakan Non-Blok menjadi salah satu fokus pantauan mereka, mengingat dampaknya terhadap perjalanan jihad Islam di Suriah.

Salah seorang aktivis revolusi Suriah di Hamah, Sirajudin Al-Hamawi, menuliskan pesannya kepada bangsa muslim Suriah menyikapi hasil pertemuan Mursi dan Ahmadinejad itu. Berikut ini terjemahan pesan revolusi sang aktivis sebagaimana dipublikasikan oleh situs Islam Al-Murasilun dan situs-situs revolusi Suriah lainnya.

Wahai bangsa muslim Suriah yang besar: Mursi…bukanlah orang pertama yang “menjual” kita dengan ucapannya!

Satu setengah tahun yang lalu, kita mendengar Erdogan menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan terjadinya pembantaian kedua (di Suriah). Waktu itu kita menangis gembira karena kita merasakan ada orang yang mau berdiri di pihak kita. Setelah itu perkataannya berubah menjadi buih-buih asap yang tidak pernah kita lihat realisasinya sama sekali!

Satu tahun lebih beberapa bulan yang lalu, kita mendengar pemerintah Arab Saudi berbicara tentang bantuan untuk Suriah. Kita memekik gembira dan mengucapkan terima kasih kepada mereka dalam demonstrasi-demonstrasi kita. Setelah itu perkataan mereka berubah menjadi fatamorgana belaka!

Lebih dari setahun yang lalu, kita mendengar Liga Arab menegaskan tidak akan membiarkan pertumpahan darah lebih banyak lagi di Suriah. Setelah itu kita tidak melihatkan aksi apapun!

Setahun yang lalu, kita mendengar Inggris, Amerika dan Prancis menegaskan bahwa Bashar Assad telah kehilangan legalitasnya dan kekuasannya tinggal menghitung hari belaka.

Enam bulan yang lalu, kita mendengar (Dewan Kerjasama Negara-negara) Teluk menyatakan sebentar lagi mereka akan bergerak dan mempersenjatai Tentara Kebebasan Suriah adalah sebuah kewajiban. Setelah itu kita tidak melihat tindakan apapun!!!

Banyak lagi kita mendengar perkataan dan khutbah-khutbah lainnya menggebu-gebu, pada realita di lapangan kita tidak melihat tindakan apapun (dari para politikus seperti mereka) untuk menolong kita dan menyelamatkan anak-anak kita serta ibu-ibu kita.

Pada hari ini kita juga mendengar khutbah presiden Mursi dari Teheran, yang menghancur leburkan harapan-harapan kita…seperti hal yang sebelumnya telah dilakukan oleh Erdogan, Saud Al-Faishal dan banyak pembual besar lainnya.

Presiden Mesir yang terhormat…sesungguhnya negara ini (Iran) yang telah membantai kami, mengusir kami dan mendukung rezim Bashar Assad…tidaklah bisa dipercayai. Seperti halnya Bashar Asad, negara ini (Iran) sangat ahli dalam hal berbohong, bertaqiyah dan membuat perangkap.

Wahai bangsaku, tinggalkanlah perkataan…kita harus melakukan tindakan…

Para pemimpin Arab sejak puluhan tahun yang lalu sudah berbicara mengenai persoalan Palestina…Nyatanya, mereka hanya menambah kerugian saja kepada kaum muslimin Palestina. Mereka telah melakukan konspirasi yang sangat besar. Mereka telah mengatakan, “Janganlah kalian meninggalkan Gedung Putih, jangan pula kalian meninggalkan Teheran, Qum dan Tel Aviv.”

Lalu sebagian orang yang fanatik kepada partai presiden Mursi menghendaki kami untuk mempercayai bahwa Mursi bisa menghindar beberapa jengkal dari planning Amerika-Zionis terhadap kawasan (Timur Tengah). Duhai nestapa umat (Islam) yang karena kebodohannya menjadi bahan tertawaan umat-umat lain.

Lalu akan ada dampak-dampak yang tersembunyi, maka janganlah kalian tertipu oleh pembicaraan mereka. Mereka mengatakan dalam beberapa hari ke depan akan diadakan pertemuan empat pihak: Iran, Arab Saudi, Mesir dan Turki, untuk mendiktekan solusi damai yang dengannya rezim Bashar Assad bisa keluar dari krisis dengan kerugian seminimal mungkin. Boleh jadi dengan sebuah negara indipenden (bagi Syiah Nushairiyah Suriah).

Sementara bangsa muslim Suriah akan tetap menanggung luka-luka, menguburkan jenazah para syuhada’ dan terperosok dalam rawa-rawa yang ditinggalkan oleh kedengkian rezim Nushairiyah. Mereka lalu mengangkat sebagai pemimpin kita seorang Karzai baru dan antek-anteknya, yaitu para “dukun” Dewan Transisi Nasional, kelompok Dawalibi dan orang-orang seperti mereka. Maka revolusi terbesar dalam sejarah ini akan “diaborsi”, dengan imbalan harga yang sangat murah, uang yang tak seberapa.

Wahai bangsa Suriah yang besar…apakah untuk hal itu dikorbankan ribuan syuhada’, orang-orang yang dipenjara, orang-orang yang diusir dan anak-anak kecil yang dibantai???

Harapan kita sangat besar kepada Allah, Yang Maha Esa, Maha Tunggal, Yang telah menjamin kebaikan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam untuk negeri Syam dan penduduk Syam. Setelah itu harapan kita bertumpu kepada kesadaran dan pemahaman bangsa kita yang ulet terhadap bahaya konspirasi ini. Harapan kita bertumpu kepada keyakinan bangsa kita bahwa konspirasi itu bertujuan untuk menghancurkan agama kita, pokok-pokok tujuan kita dan prinsip-prinsip baku kita.

Daftar pertama prinsip baku kita adalah berhukum dengan hukum Allah, lalu membebaskan diri dari ketergantungan dan pembebekan terhadap Barat maupun Timur, lalu membebaskan Palestina baik wilayah darat maupun lautnya. Inilah hal yang menggentarkan mereka dan oleh karenanya, antek mereka rezim Nushairiyah membunuh, membantai, membakar dan menghancurkan kita semaksimal mungkin.

Namun mustahil..mustahil… Mereka membuat tipu daya, namun Allah juga balas membuat tipu daya mereka dan Allah-lah sebaik-baik pembuat tipu daya. Pintu jihad dan ribath telah terbuka di negeri Syam dan ia tidak akan tertutup sampai Allah menyempurnakan urusan-Nya.

Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan. Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan. Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan. Janganlah sedetik pun Engkau menyerahkan kami kepada selain-Mu, jangan pula Engkau menyerahkan kami kepada diri kami sendiri.

Sirajudin Al-Hamawi

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...