Berita Dunia Islam Terdepan

Akankah “Green-on-blue attacks” mengubah strategi perang pimpinan AS di Afghanistan?

10

(Arrahmah.com) – Serangan-serangan pihak dalam atau yang juga disebut “Green-on-blue attacks” oleh pasukan Afghan yang membelot melawan pasukan salib NATO telah menimbulkan perdebatan di kalangan penjajah dan antek-anteknya dan membuat mereka menjadi sakit kepala dalam menghadapi serangan semacam ini karena tidak mengerti penyebabnya, sementara “Green-on-blue attacks” terus terjadi.

Akhir-akhir ini serangan pihak dalam terhadap pasukan NATO telah meningkat, sejumlah tentara NATO telah tewas dan terluka akibat peluru dari orang-orang yang mengenakan seragam pasukan yang NATO latih dan bayar.

Tudingan-tudingan “lucu” telah dilontarkan oleh pihak musuh. Karzai menyalahkan Pakistan. John Allen, komandan tinggi pasukan penjajah asing di Afghanistan, menyalahkan bulan Ramadhan, karena menurut dia para tentara/polisi yang menembak pasukan NATO karena stres dalam menjalani puasa. Meskipun dia membantah menyalahkan Ramadhan, tapi dia sendiri berkata bahwa puasa bisa jadi salah satu peneyebabnya.

Tentu saja alasan yang dijelaskan Mujahidin Taliban adalah alasan yang sebenarnya, bahwa banyak dari jajaran pasukan Afghan yang menyadari kenyataan yang ada sehingga berbalik senjata kepada salibis penjajah dan bergabung dengan Mujahidin, dan inflitrasi Taliban yang canggih yang hampir tak bisa dideteksi oleh musuh.

Terlepas dari alasan yang diperdebatkan, sebagaimana yang dilansir Antiwar bahwa serangan pihak dalam telah menimbulkan masalah yang terus tumbuh bagi pasukan penjajah di Afghanistan, terutama karena banyak dari tentara NATO yang memang menghabiskan waktu lama di pangkalan-pangkalan pelatihan pasukan boneka Afghan.

Akankah serangan dari pihak dalam mengubah strategi perang pimpinan AS? sejauh ini Allen menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan yang signifikan hingga masalah ini sepenuhnya dipelajari, sementara yang lainnya berspekulasi bahwa masalah ini akan membuat penjajah asing berpikir ulang untuk menarik diri pada akhir tahun 2014, seperti rencana yang dicetuskan, dan akan memperlambat proses “misi pelatihan”.

Bagaimanapun, serangan semacam ini telah menjadi salah satu faktor melemahnya semangat para salibis di Afghanistan. Khutbah ‘Idul Fithri 1433 H Amir Mullah Muhammad Umar (hafizhahullah) mengindikasi bahwa pasukan NATO tidak akan lama lagi bertahan di Afghanistan. Buktinya telah banyak pasukan teroris asing yang meninggalkan pangkalan-pangkalan militer mereka, bahkan membakarnya, seperti yang terjadi di distrik Zurmat, provinsi Paktia pertengahan Agustus ini. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...