Berita Dunia Islam Terdepan

Allahu akbar, serangan mujahidin Daulah Islam Irak menewaskan 70 perwira Pasukan Khusus Anti “Teror” rezim boneka Irak di jantung kota Baghdad

6

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Daulah Islam Irak dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Departemen Media dan Markas Media Al-Fajr melaporkan beberapa operasi khusus militer mereka selama bulan Rajab dan Sya’ban 1433 H. Salah satunya adalah operasi spektakuler terhadap markas besar Pasukan Anti “Teror” rezim boneka Irak di kawasan Karadah, pusat kota Baghdad. Serangan itu menewaskan 70 perwira dan pasukan Anti “Teror”. Berikut terjemahan selengkapnya.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Penjelasan tentang serangan terhadap Pasukan Anti “Teror” dan laporan tentang operasi-operasi intelijen di wilayah Baghdad.

Allah Ta’ala berfirman,

{قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُم مِّنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِن فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَشْعُرُونَ}

Sungguh orang-orang kafir sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan bangunan-bangunan mereka mulai dari pondasinya, lalu atap bangunan itu jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari. (QS. An-Nahl [16]: 26)

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Melaksanakan arahan dari mentri perang Daulah Islam Irak dan menyambut seruan syaikh mujahid Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah untuk memulai planning ‘operasi meruntuhkan tembok’ yang dilakukan oleh Daulah Islam Irak dengan izin dan kekuatan Allah, untuk kembali kepada wilayah-wilayah yang dilepaskan oleh mujahidin pada waktu-waktu sebelumnya, maka sekelompok orang beriman dari putra-putra ahlus sunnah yang mulia telah memulai serangan-serangan khusus menargetkan simbol proyek imperium Shafawi (Syiah Iran-Irak) dan tiang pokok keamanannya di negeri Irak ini, yaitu Markas Besar Pasukan Anti Teror di kawasan Karadah, di tengah kota Baghdad.

Serangan khusus itu dimulai dengan meledakkan dua mobil penuh bahan peledak di pintu gerbang bagian depan dan bagian belakang gedung Markas Besar Pasukan Anti Teror. Ledakan dahsyat itu menewaskan dan melukai puluhan pasukan penjaga pintu gerbang, sementara pasukan pengawal yang selamat fisiknya keluar dari areal itu dengan hati yang copot karena terkejut, takut dan stress.

Setelah itu satu regu istisyhad yang terdiri dari lima orang mujahid yang kuat dan telah berbaiat untuk mati menyerbu ke dalam gedung. Mereka bersenjatakan iman kepada Allah dan tawakal kepada-Nya, kemudian mengandalkan senjata yang bisa mereka bawa; senapan serbu, granat, pistol dan rompi bom. Dengan sangat mudah, segala puji dan karunia hanya milik Allah, mereka berhasil memasuki gedung setelah menghabisi pasukan yang menghadang pergerakan mereka.

Target mereka adalah mencapai lantai dua, kantor tempat bekerja para durjana perwira-perwira penyidik Pasukan Anti “Teror” Irak yang dididik dan diasuh oleh pasukan salibis AS serta disusui oleh puting susu proyek Shafawi Iran, sehingga mereka senantiasa menimpakan siksaan yang pedih kepada kaum muslimin.

Begitu sampai di lantai kedua, kelima mujahid tersebut segera menutup semua pintu masuk dengan ketat dan dimulailah fase ‘pembersihan’. Kelima pahlawan itu berhasil menembak mati 30 perwira durjana dari kelompok perwira tinggi Pasukan Anti “Teror” di ruangan-ruangan kantor mereka tanpa ada perlawanan yang berarti. Operasi itu didokumentasikan melalui rekaman suara via HT antara kelima mujahid pelaku serangan dengan pasukan mujahidin yang bertanggung jawab dan menginstrukturi serangan itu di luar gedung.

Setelah itu kelima mujahid itu memulai fase ketiga untuk melawan usaha-usaha musuh yang hendak merebut kembali kendali atas gedung. Semua usaha musuh itu mengalami kegagalan total, sampai-sampai media massa tidak mampu menyembunyikan fakta itu meski pasukan musuh sangat merahasiakan jalannya peristiwa. Setelah pasukan gedung itu dan pasukan Khusus Pemukul Cepat yang dikenal dengan nama SWAT gagal merebut gedung itu kembali, maka musuh meminta bantuan kepada Brigade Emas yang berada di bawah kendali presiden kawasan greenzone, yaitu pasukan khusus Shafawi. Meski demikian, pasukan itu pun tidak mampu meraih kemajuan walau hanya sejengkal. Mereka mengalami kerugian yang sangat besar.

Pertempuran berlangsung selama hampir tujuh jam penuh tanpa henti. Saat kelima mujahid telah hampir kehabisan amunisi, datangnya fase rompi bom. Suasana menjadi tenangdengan tidak adanya tembakan balasan kelima mujahid dari dalam gedung. Pasukan musuh pun menyerbu ke dalam gedung. Setiap kali pasukan penyerbu memasuki gedung, saat itu pula seorang mujahid meledakkan dirinya sehingga mencerai-beraikan jasad pasukan penyerbu. Hal itu terjadi beberapa kali, sehingga nampak jelas kebingungan pernyataan media massa musuh tentang perkiraan jumlah mujahidin yang berada dalam gedung.

Hasil akhir dari operasi itu adalah tewasnya lebih dari 70 perwira Pasukan Anti “Teror” dan pasukan khusus rezim Shafawi serta kehancuran mendekati total gedung Pasukan Khusus Anti “Teror”, di mana kelima mujahid pelaku seranga istisyhad menulis pada temboknya semboyan yang telah mereka sepakati, “Dengan darah muwahhidin, Daulah Islam tetap eksis!”Operasi ini telah membuka lembaran baru dalam lembaran-lembaran sejarah cemerlang putra-putra agama yang agung ini di zaman keterasingan saat ini.

Segala puji bagi Allah atas bimbinan dan arahan-Nya. Kami memohon kepada Allah Ta’ala semoga menerima amal saudara-saudara kami yang terlibat dalam serangan ini dan melipat gandakan bagi mereka pahala yang telah Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya. Sungguh Allah Maha Memenuhi dan Maha Kuasa atas hal itu.

Dan berikut ini penjelasa tentang operasi-operasi yang dilakuan oleh satuan-satuan pasukan Daulah Islam Irak, semoga Allah menjayakannya, di wilayah Baghdad. Segala puji bagi Allah semata.

  1. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana anggota Dewan Pemerintahan Propinsi Baghdad oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Karadah, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 27 Rajab 1433 H.
  2. Meledakkan sebuah ranjau atas sebuah kendaraan militer pasukan rezim Shafawi di kawasan Jalan Palestina/areal Turkmani Club, yang menewaskan dua tentara dan melukai parah seorang tentara lainnya. Operasi ini dilakukan pada tanggal 27 Rajab 1433 H.
  3. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira pada Departemen Pertahanan rezim Shafawi Irak oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di jalan tol Muhammad Qasim, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 28 Rajab 1433 H.
  4. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira pada Departemen Dalam Negeri rezim Shafawi Irak oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di jalan Qanat, dekat Baghdad Baru, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 28 Rajab 1433 H.
  5. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana pasukan penjaga penjara Taji di kawasan Utaifiyah, dekat jembatan 14 Ramadhan oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 1 Sya’ban 1433 H.
  6. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira Pasukan Keamanan Departemen Dalam Negeri oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di atas jembatan desa Amil, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 6 Sya’ban 1433 H.
  7. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira kepolisian rezim Shafawi oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di atas jembatan desa Adl, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 6 Sya’ban 1433 H.
  8. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira kepolisian rezim Shafawi berpangkat letnan satu oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di dekat rumahnya di desa I’lam, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 7 Sya’ban 1433 H.
  9. Serangan yang menargetkan dan menewaskan si murtad durjana Hussam Ghazi Dhaidan, pegawai pada Departemen Dalam Negeri rezim Shafawi oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di dekat rumahnya di desa Shuhada, Sayyidiah, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 10 Sya’ban 1433 H.
  10. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira Direktorat Penyidikan Kriminal kepolisian rezim Shafawi berpangkat mayor oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Yarmuk, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 11 Sya’ban 1433 H.
  11. Memasang bom dan meledakkannya di rumah seorang durjana tentara Dajjal anggota Pasukan Keamanan Nasional di desa Ghazaliyah, Kafaat, sebagai balasan atas kejahatannya dan sebagai peringatan bagi orang-orang Rafidhah musyrik lainnya. Operasi ini dilakukan pada tanggal 11 Sya’ban 1433 H.
  12. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana, seorang pemimpin Gerakan Kebangkitan “Kemurtadan” di kawasan Daurah, bernama Abu Syakriyah dan seorang pengawalnya oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di desa Iskan, Daurah, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 14 Sya’ban 1433 H.
  13. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang pemimpin durjana, seorang pejabat tinggi pada kantor Perdana Mentri rezim Shafawi oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan A’zhamiah, Kuranish, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 14 Sya’ban 1433 H.
  14. Serangan yang menargetkan dan menewaskan dua orang perwira durjana pada Departemen Dalam Negeri oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di jalan Palestina, sehingga keduanya tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 14 Sya’ban 1433 H.
  15. Serangan yang menargetkan dan menewaskan dua orang perwira durjana pada Departemen Dalam Negeri, salah seorangnya berpangkat letnan satu, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di desa Jihad, sehingga keduanya tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 15 Sya’ban 1433 H.
  16. Meledakkan bom atas kantor kepolisian dan pemerintahan rezim Shafawi di desa Jihad kawasan 4000, yang menewaskan dan melukai banyak anggota mereka. Operasi ini dilakukan pada tanggal 15 Sya’ban 1433 H.
  17. Membunuh seorang durjana pada tentara Dajjal dan merampas kendaraannya, di kawasan Sayyidiah desa Shuhada. Operasi ini dilakukan pada tanggal 17 Sya’ban 1433 H.
  18. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang perwira durjana pada Departemen Dalam Negeri berpangkat brigjend dan sopirnya, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Shulaikh, sehingga keduanya tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 20 Sya’ban 1433 H.
  19. Meledakkan dua ranjau darat secara berturut-turut atas sebuah regu kepolisian rezim Shafawi di jalan Palestina, yang menewaskan dan melukai banyak anggota mereka. Operasi ini dilakukan pada tanggal 20 Sya’ban 1433 H.
  20. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang perwira durjana pada Departemen Dalam Negeri dan merampas senjatanya, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di desa Risalah, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 21 Sya’ban 1433 H.
  21. Serangan yang menargetkan dan menewaskan dua orang perwira durjana pada Departemen Dalam Negeri oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Ghazaliah, desa Kafaat, sehingga keduanya tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 21 Sya’ban 1433 H.
  22. Serangan yang menargetkan dan menewaskan si murtad, Ahmad Qasim Elawi, seorang tentara pada Pasukan Pengawal Kepresidenan dan anggota Organisasi Badar (Syiah Shafawi) serta merampas kendaraan dan senjatanya, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di desa Aor, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 21 Sya’ban 1433 H.
  23. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang perwira durjana berpangkat letnan pada Departemen Pertahanan rezim Shafawi, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Ghazaliah, jalan Musyajar, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 27 Sya’ban 1433 H.
  24. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang perwira tinggi pada Departemen Dalam Negeri rezim Shafawi, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di jalan tol kawasan Ghazaliah, sehingga ia tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 27 Sya’ban 1433 H.
  25. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira tinggi pada brigade kotor, yaitu Pasukan Anti “Teror”, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Bayak, seberang pom bensin Sayidiah, sehingga ia tewas. Konvoi kendaraan militer pasukan kotor itu segera datang ke lokasi kejadian, memblokade kawasan itu dan mengangkat mayat salah seorang komandan mereka tersebut. Operasi ini dilakukan pada tanggal 27 Sya’ban 1433 H.
  26. Serangan yang menargetkan dan menewaskan seorang durjana perwira pada Dinas Intelijen rezim Shafawi dan seorang rekannya, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di kawasan Sayidiah, perempatan Darwish, sehingga keduanya tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 28 Sya’ban 1433 H.
  27. Serangan yang menargetkan dan menewaskan dua orang anggota pasukan keamanan yang bekerja pada Departemen Kelistrikan, oleh satuan pasukan Daulah Islam Irak dengan senjata berperedam suara di lapangan Aden, Kazhimiah, sehingga keduanya tewas. Operasi ini dilakukan pada tanggal 30 Sya’ban 1433 H.

Allahu akbar

Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui.

 

Departemen Media

Daulah Islam Irak

24 Ramadhan 1433 H bertepatan dengan 12 Agustus 2012 M

Sumber: Markaz Al-Fajr lil-I’lam

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...