Berita Dunia Islam Terdepan

BIN mengaku sudah ketahui identitas penembakan di Solo

1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pelaku penembakan Pos Pengamanan Gemblegan, Solo, Jawa Tengah masih diselidiki berbagai pihak. Namun BIN sudah mengantongi identitas dua pelaku tersebut.

“Indikasinya sudah. Untuk petugas dari kepolisian pasti sudah mendapatkan itu. Saya yakin itu segera terbongkar,” kata Kepala BIN Marciano Norman usai upacara HUT RI di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (17/8/2012) seperti dilansir detikcom.

Menurut Marciano, pihaknya masih mengikuti perkembangan penyelidikan penembakan tersebut. Marciano yakin dalam waktu dekat pelakunya akan terkuak.

“Penembakan di Solo sedang diikuti perkembangannya. Kita yakin dalam waktu tidak terlalu lama akan terbongkar pelakunya,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Timur mengaku belum mengetahui motif penembakan tersebut. Anggotanya masih di lapangan untuk menyelidiki kasus ini.

“Sekali lagi kasih kesempatan untuk kita melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Tapi masyarakat saya minta tenang. Tentunya masih dalam proses penyelidikan,” jelas Timur.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso mengaku belum mengetahui kejadian penembakan yang melukai 2 anggota Polri itu.

“Saya tidak akan komentar sebelum saya tahu penyebabnya. Saya belum tahu penyebabnya, siapa yang ditembak siapa yang menembak. Saya akan komentar kalau saya sudah tahu,” kata Djoko.

 

Densus 88 diterjunkan kejar pelaku

Densus 88/AT ikut turun ke lapangan memburu pelaku penembakan pos pengamanan lebaran di Gemblegan, Solo, Jawa Tengah. Densus 88 ikut dilibatkan karena pelaku dinilai orang yang terlatih dalam penggunaan senjata api.

“Mabes Polri akan menurunkan Densus 88/AT untuk melakukan pengejaran,” Kata Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asdjimain saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/8/2012).

Asdjimain mengatakan dalam olah TKP ditemukan letak proyektil yang dilepaskan berjarak 1 meter hingga 10 meter. Dengan temuan itu, diduga tembakan dilepaskan oleh orang terlatih menggunakan senjata api.

“Karena pelaku bisa dengan tenang melakukannya,” imbuhnya.

Meski personel Densus 88 turun, anggotanya juga tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Pihaknya terus mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.

“Kami juga akan melakukan pengejaran berdasarkan bukti-bukti dan keterangan para saksi yang mengetahui persis sebelum dan sesaat setelah kejadian,” ujarnya. (bilal/detik/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...