Berita Dunia Islam Terdepan

PMI, OKI, dan Bulan Sabit Merah diperbolehkan memasuki Rohingya

4

JAKARTA (Arrahmah.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan Organisasi Kerja sama Negara-Negara  Islam (OKI) dan Bulan Sabit Merah Qatar (QRCS) akhirnya diperbolehkan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat etnis Rohingya dan Rakhine di Myanmar.

Demikian disampaikan humas PMI dalam siaran pers yang diterima, Minggu (12/8). Hal tersebut disepakati dalam pertemuan antara Ketua PMI Jusuf Kalla, Asisten Sekjen OKI Atta El- Mannan, Presiden Bulan Sabit Merah Qatar Mohamed  Gahnim Al Mahdeed dengan Menteri Urusan Perbatasan Myanmar Thein Htay seusai mengunjungi barak pengungsi Thet Kay Pyin di Sittwe, Rakhine, Myanmar, Sabtu (11/8) antaranews.

Ketiga organisasi ini pun segera menandatangani kerjasama dengan Palang Merah Myanmar untuk menyuplai  bantuan agar bisa diterima masyarakat setempat. Pemerintah Myanmar juga akan mengawal arus bantuan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini agar tidak salah sasaran.

Ketua PMI Jusuf Kalla menegaskan, pihaknya berharap pemerintah Myanmar segera memulai proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Berdasarkan pengalamannya menyelesaikan konflik di Ambon dan Poso, program tanggap darurat tidak boleh lebih dari enam bulan. “Sebab akan menimbulkan persoalan psikologis dan kesehatan,” kata Kalla.

Kalla menegaskan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak. “Sehingga ke depan tidak perlu ada konflik semacam ini,” katanya.

Sedangkan Menteri Thein Htay mengatakan pihaknya cukup kewalahan menghadapi dampak pasca kerusuhan sosial ini. Sementara, kemampuan finansial pemerintah Myanmar dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascakonflik sangat terbatas.  “Karena itu kita sangat terbuka bantuan lembaga internasional untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Thein Htay menyebutkan, pihaknya juga terus berusaha mendamaikan pihak-pihak yang sedang berkonflik di kawasan itu. Secara rutin, pemerintah mengajak tokoh agama kedua belah pihak untuk mendinginkan suasana.

“Supaya konflik yang berawal dari tindakan kriminal ini tidak melebar ke persoalan agama,” katanya. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...