Berita Dunia Islam Terdepan

Kampanye ‘kontra-jihad’ di Stockholm: suara kelompok fasis anti-Islam kalah jumlah dengan kelompok anti-rasis

5

STOCKHOLM (Arrahmah.com) – Suara orang rasis fasis selalu minoritas, meski begitu mereka punya jaringan yang cukup kokoh untuk menyebarkan propaganda anti-Islam, meskipun juga selalu gagal memadamkan cahaya Islam.

Pada hari Sabtu (4/8/2012) kemarin di Stockholm, Swedia, gabungan kelompok anti-Islam Eropa bersama beberapa wakil dari Amerika menggelar kampanye ‘kontra-jihad global’ dan Islamisasi di Eropa dan Amerika.

Kampanye itu direncanakan dan dipimpin oleh kelompok fasis sayap kanan Liga Pertahanan Inggris (EDL). Mereka ingin membentuk Gerakan Anti-Jihad Global dan menentang segala bentuk pengenalan Syariah Islam di Barat.

Namun ternyata kampanye anti-Islam itu dihadiri oleh kurang dari 200 orang peserta, kalah jumlah dengan kelompok anti-rasis Eropa yang menentang kampanye pimpinan EDL itu.

Mereka mendapatkan kritikan sengit dari kelompok anti-rasis. Sebab menurut anti-rasis, EDL dan para pendukungnya memuji aksi teroris Anders Breivik yang telah membunuh sekitar 77 orang di Norwegia beberapa waktu lalu.

Polisi setempat mengatakan bahwa rival EDL dkk jumlahnya jauh lebih banyak, menarik simpati orang hingga beberapa ratus.

Walaupun begitu, kelompok fasis dengan percaya diri mengklaim bahwa aksi mereka sukses. Seakan menjadi ajang kontra-jihad internasional pertama kalinya, Pamella Geller, pemimpin kelompok Stop Islamization of Nations and Stop Islamization of America dengan bangga berbicara mewakili teman ‘seperjuangannya’ bahwa, “Hari ini, telah datang fajar era baru kerjasama antara kelompok pro-kebebasan di Eropa, Amerika Serikat, Australia dan dimanapun,” dikutip Expo Idag.

Nampak tak tahu diri, Geller juga menyuarakan kampanye anti-Islam itu sebagai aksi penentangan terhadap ‘fasisme’.

“Para pejuang kebebasan dari seluruh dunia berkumpul di Stockholm untuk berdiri dengan satu suara menentang penindasan, tirani dan fasisme. Beberapa ratus orang dengan berani menentang para preman sayap kiri dan barikade polisi, dan bergabung dengan kami, tanpa menunduk dan dengan tegas memutuskan untuk berdiri untuk ‘kebebasan dan kebenaran’,” katanya.

Berulang kali kelompok rasis itu berusaha untuk mendiskreditkan Islam melalui lisan dan tangan mereka. Tetapi faktanya, Islam di Eropa dan Amerika semakin berkembang, banyak yang memeluk Islam di berbagai wilayah, salah satu penyebabnya adalah dakwah Islam yang kian meluas dan terkoordinasi. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...