Berita Dunia Islam Terdepan

Pengungsi Rohingya: Kami bisa aman jika pindah agama Budha

1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Muhammad Rafiq salah satu pengungsi Rohingya yang sudah berada di Indonesia selama 9 bulan membenarkan telah terjadi pembantaian masyarakat Muslim Rohingya oleh militer Myanmar dan masyarakat budhis Rakhine.

“Budhis memakai seragam military masuk menyerang masyarakat Muslim,” kata Rafiq sambil menahan sedih saat mengutarakan testimoninya pada dialog interaktif dan buka puasa bertajuk “Rohingya Terlunta” Wajah Kaum Minoritas yang Tertindas, yang diselenggarakan oleh Internatinal Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta (4/8).

Lanjut Rofiq, masyarakat Muslim di Arakan mengalami tindak kekejaman seperti pembakaran rumah dengan Molotov, pembunuhan di dalam rumah-rumah  termasuk kepada anak-anak.

“Anak-anak dipotong kaki dan tangannya oleh Budhis di dalam rumah,” ungkapnya yang menjelaskan dengan bahasa Indonesia terbata-bata.

Selain itu, muslim Rohingya juga kesulitan untuk makan, karena militer akan menciduk setiap rumah yang kedapatan menyalakan api untuk memasak.

“Kami pernah dua bulan tidak makan,” ujar Rafiq

Penyerangan atas sentimen agama begitu kuat, bahkan, menurutnya muslim Rohingya hanya dapat menghindari kekerasan jika mereka mau mengkonversi keyakinan agama mereka.

“Kalau kita pindah agama menjadi Budha, baru kita bisa aman,” tutur Rafiq.

Rofiq juga membantah pendapat yang menyatakan pembantaian dan kekerasan hanya dilakukan oleh militer Myanmar. “Budhis dan militer yang menyerang, dua-duanya,” tegasnya.

Selain, pembunuhan secara sistematis dan masif, serta pembakaran rumah-rumah masyarakat Muslim Rohingya, Rafiq juga menyatakan telah terjadi pembakaran masjid-masjid di wilayah Arakan tersebut oleh militer dan masyarakat Budhis Myanmar. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...