Berita Dunia Islam Terdepan

Al-Shabaab beri peringatan konferensi konstitusi demokratis dengan operasi syahid

5

MOGADSIHU (Arrahmah.com) – Operasi syahid ganda Mujahidin Al-Shabaab menargetkan Majelis Konstitusi Nasional Somalia di distrik Hamarweyne di mana konferensi untuk menetapkan konstitusi baru digelar pada hari Rabu (1/8/2012).

Berdasarkan laporan HSMPress, operasi syahid dilakukan oleh Mujahidin dari brigade khusus operasi syahid. Operasi ini menghantam dinding gerbang tempat konferensi konsitusi demokratis berlangsung, setidaknya menewaskan beberapa tentara penjajah AMISOM dan milisi-milisi lokal bayaran yang mengamankan jalannya konferensi tersebut.

Mujahidin melakukan operasi ini sebagai peringatan bagi mereka yang bemaksud menerapkan konstitusi kafir di tanah kaum Muslimin.

“Operasi syahid hari ini adalah peringatan keras untuk mereka yang bermaksud menerapkan konsitusi kafir di tanah kaum Muslimin,” kata Mujahidin via HSMPress.

Mujahidin Al-Shabaab memutuskan untuk terus berusaha mencegah pelaksanaan hukum apapun selain Syariah Islam di Somalia.

Syaikh Abdiaziz Abu Musab, juru bicara militer Al-Shabaab mengkonfirmasi operasi ini, mengatakan, “Kami berada dibalik pemboman ini. Dua Mujahidin pelaku operasi syahid melakukannya. Kami telah membunuh sejumlah AMISOM dan pasukan Somalia,” dikutip Reuters.

Sebelumnya, menurut Abu Musab, konferensi ini telah diberi peringatan dengan ranjau darat. Jika mereka terus mengupayakan menerapkan Undang-Undang kafir, Mujahidin mengancam akan menargetkan para anggota majelis tersebut satu per satu.

Namun para delegasi Majelis Konstitusi Nasional Somalia telah menyepakati secara demokratis konstitusi baru yang diantaranya berisi hak-hak individu dan hak menetapkan negara pada tahap pemerintahan yang lebih kuat dan ‘mewakili’.

Sekitar 825 wakil dari berbagai faksi Somalia telah menggelar debat konstitusi baru selama sepekan. Hasil dari kesepakatan mereka mengklaim bahwa dasar hukum Somalia adalah berdasarkan hukum Islam. Konferensi ini didukung penuh oleh PBB, PBB berharap untuk transisi negara ini menjadi pemerintahan yang lebih representatif, namun nampaknya pemilu akan digelar tahun berikutnya. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...