Berita Dunia Islam Terdepan

Irak tolak seruan Liga Arab untuk pengunduran diri Bashar Assad

3

IRAK (Arrahmah.com) – Irak telah menolak seruan Liga Arab untuk meminta presiden rezim Suriah Bashar Assad untuk mengundurkan diri.

Wakil Menteri Luar Negeri Irak Labid Abbawi mengatakan pada hari Senin (23/7/2012) bahwa kubu Liga Arab harus mencari cara lain untuk mengamankan ‘transisi otoritas’ di Suriah bukan memaksa Assad untuk mengundurkan diri secepatnya.

“Seruan ini tidak tepat untuk saat ini karena ini mencampuri kedaulatan negara lain,” kata Abbawi kepada AFP. “Ada jalan lain untuk mengamankan transisi kekuasaaan.”

Menurut Presstv, Aljazair juga menolak usulan Liga Arab untuk memaksa Assad turun dari kursinya.

Penolakan itu datang setelah mentari luar negeri Liga Arab meminta Assad untuk secepatnya mengundurkan diri dan menawarkan kepada Assad bahwa dia dan keluarganya bisa keluar dengan aman.

“Ada kesepakatan tentang perlunya pengunduran diri secepatnya Presiden Bashar al-Assad,” kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin al-Thani kepada wartawan di akhir pertemuan tingkat menteri di Doha kemarin.

Liga Arab mendesak oposisi Suriah untuk bersatu dan membentuk ‘pemerintahan transisi’ untuk ‘kesatuan nasional’.

Namun Damaskus menganggap hal tersebut adalah intervensi pihak asing terhadap urusan internal Suriah, menekankan bahwa Suriah harus memutuskan masa depan negaranya sendiri.

Juru bicara Menteri Luar Negeri Suriah Jihad Makdisi menuding negara-negara Arab memasok senjata untuk pihak oposisi yang menyebabkan pertumpahan darah terjadi.

“Jika negara-negara Arab yang bertemu di Doha jujur menginginkan untuk menghentikan pertumpahan darah, mereka akan menghentikan pasokan senjata, mereka akan menghentikan hasutan mereka dan propaganda mereka,” tutur Makdisi.

Sementara itu, beberapa analisa dan berita beredar yang menganggap bahwa AS-Israel adalah pihak yang menyokong oposisi bersenjata untuk menumbangkan rezim Assad, yang memicu opini bahwa semua pejuang Suriah adalah dipersenjatai oleh Zionis. Para Aktivis Suriah menganggap argumen tersebut sebagai upaya Zionis untuk ‘membajak’ revolusi rakyat Suriah. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...