Berita Dunia Islam Terdepan

Wilders, si ekstrimis Belanda anti-Islam mengajak AS untuk melarang pembangunan Masjid untuk hentikan Islamisasi

2

COLORADO (Arrahmah.com) – Ekstrimis yang satu ini nampaknya tak pernah puas untuk menyebarkan Islamofobia. Ya, Geert Wilders seorang politikus sayap kanan Belanda yang fasis ini merayu Amerika Serikat (AS) untuk mengkuti sarannya untuk melarang pembangunan Masjid.

Datang ke negara bagian AS Colorado, Wilders memiliki niat kuat untuk membujuk para legislator Amerika untuk melarang pembangunan Masjid untuk membantu menghentikan Islamisasi di Barat. Mungkin usulannya tak berhasil di Belanda, dia berharap Amerika akan berhasil menerapkannya, mengingat Muslim di Amerika jumlahnya kian meningkat.

“Jika kita tidak menghentikan Islamisasi, kita akan kehilangan segalanya, identitas kita, budaya kita, negara demokrasi konstitusional kita, kebebasan kita, dan peradaban kita,” ujar Wilders dalam KTT Konservatif Barat di Colorado, dikutip¬†The Colorado Statesman.

Pernyataan Wilders ini menunjukkan ketakutan dirinya pribadi dan umumnya negara-negara Barat jika Islam bangkit.

Mengapa Wilders mencetuskan ide penghentian pembangunan Masjid untuk menghentikan meningkatnya Islamisasi di Amerika dan Eropa? nampaknya disebabkan dia paham betul bahwa Masjid adalah pusat peradaban Islam.

“Kita harus melarang pembangunan Masjid baru. Sudah ada Islam yang cukup di Barat,” kata dia.

Orang ekstrim ini, sangat bersemangat dalam melawan Islam dan kaum Muslimin dengan memanfaatkan kursinya di dunia perpolitikan.

Dia telah menyeru untuk melarang peredaran kitab suci Al-Qur’an, dengan menyebut kitab suci umat Islam sebagai “buku fasis”, dan melarang pemakaian hijab bagi wanita Muslim.

Pada 2008, Wilders juga telah merilis sebuah film dokumenter berdurasi 15 menit yang menuduh al-Qur’an sebagai sumber kekerasan.

“Dalam pandangan saya, secara singkat, adalah bahwa Islam bukan sebuah agama, melainkan sebuah ideologi totaliter yang berjuang untuk mendominasi dunia,” kata dia lagi.

“Saya percaya bahwa Islam dan kebebasan tidak kompatibel,” tambah dia.

Namun dia menganggap banyak Muslim “moderat” yang lebih sesuai dengan peradaban Barat. Meski demikian, orang ini tetap yakin bahwa tidak ada “Islam moderat”, kata dia hanya ada satu Islam yakni yang dia sebut “Islam totaliter”, maksud dia adalah Islam yang bertentangan dengan peradaban Barat.

“Tetapi percayalah, tidak ada namanya Islam moderat -hanya ada satu Islam, dan itu adalah berbahaya, ideologi totaliter yang tidak toleran, yaitu kekerasan, yang seharusnya tidak ditoleransi oleh kita tetapi harus diatasi,” pungkas dia. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...