Berita Dunia Islam Terdepan

Agen intel Rusia di Finlandia meminta bosnya untuk menculik para jurnalis situs Jihad Kavkaz Center

2

HELSINKI (Arrahmah.com) – Seorang agen Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) -Badan Intelijen Rusia- atau FSB yang berbasis di Helsinski, Finlandia, Juha Molari seorang mantan koresponden saluran TV Russia Today, mempublikasikan sebuah permohonan publik kepada pemimpin KGB yang dipublikasikan dalam sebuah blog berbahasa Finlandia untuk mengatur penculikan para jurnalis Kavkaz Center -salah satu situs Jihad paling terkenal di Rusia- dan para pendukungya seperti nama yang dia sebutkan seorang pembela hak asasi manusia berkewarganegaraan Finlandia Mikael Storsjo dan anggota persatuan Jurnalis Islam Matsiyev, dilansir Kavkaz Center (KC) pada Jum’at (22/6/2012).

Menurut Molari, serangan DDoS terhadap KC yang berlangsung hingga dua minggu merupakan alat yang terlalu lunak untuk memerangi KC.

Molari mengatakan bahwa dia juga tidak dapat mengakses KC secara langsung ketika diserang dan mengkasesnya menggunakan server proxy. Setelah situs KC pulih dari serangan, Molari nampak kesal dengan membuat propaganda melalui artikelnya tentang KC sebanyak lima kali bahwa KC adalah situs ‘para pengedar narkoba dan pornografi anak’.  

Juha Molari

Agen intel Rusia itu berharap bahwa KGB akan terus memblokir server KC juga pada Tor-System. Pada akhir artikelnya, Molari mengatakan bahwa tindakan KGB di Moskow dalam menyerang situs KC adalah sebuah tindakan yang sia-sia, karena serangan itu tidak membantu, dan menyarankan untuk menggunakan cara yang lebih radikal.

Molari menyerukan untuk melakukan ‘tindakan tegas’ terhadap siapa saja yang menyebarkan ‘terorisme’. “sebuah tindakan tegas diperlukan terhadap mereka yang mempromosikan terorisme melalui selular, kelompok dan komunitas. Saya tidak percaya bahwa sabotase dalam jaringan cukup efisien terhadap situs teroris. Juga yang penting adalah operasi intervensi khusus pada administrator server, dan yang penting lainnya para anggota staf di Finlandia dan Swedia dan membawa mereka ke Rusia di mana keputusan akan diambil untuk nasib mereka. Anda tidak perlu untuk meminta pendapat melalui channel diplomatik dari Erkki Tuomioja (Menteri Luar Negeri Finlandia – red) dan Hautala (Menteri untuk Pengembangan Internasional Finlandia – red). Di satu sisi, tentu saja para politisi adalah penguat. Saya tidak mengerti kenapa. Seseorang yang bertindak dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini (situs Jihad KC – red). Waktunya untuk bekerja. Bagaimanapun, para teroris terus membunuh orang-orang di negara tetangga kita,” tulis Molari dikutip KC.

Menurut KC, dalam konteks ini, permohonan Molari untuk menculik para jurnalis KC dibuat dengan latar belakang RUU Finlandia mendatang terkait penuntutan pidana atas tindakan memata-matai terhadap para pengungsi Rusia yang mendapatkan suaka di negara itu. RUU tersebut sekarang sedang aktiv dilobi oleh kelompok HAM yang meyakini bahwa segala upaya untuk memata-matai para pengungsi adalah ancaman langsung bagi keselamatan mereka.

Anehnya, seruan Molari ini bertepatan dengan insiden yang menimpa Matsiyev, pada Sabtu dan Minggu malam pekan ini, ketika jurnalis ini sedang dalam perjalanan pulang dari pekerjaannya, sebuah mobil plat Estonia mengikutinya. Ketika Matsiyev menyadari bahwa ia sedang diikuti, ia kembali ke mobilnya, memutar mobilnya kemudian melaju ke arah mobil yang mengikutinya dan memberikan sinyal kepada mereka untuk berhenti. Sadar bahwa tindakan mereka terdeteksi, mereka pergi dengan cepat dari tempat kejadian. Ini salah satu bukti bahwa para intel memata-matai para jurnalis atau wartawan media yang dianggap ‘teroris’.

Kemudian Badan Intelijen Khusus Finlandia, yang disebut polisi politik SUPO, turut memperhatikan insiden itu. Sebuah instruksi telah dikeluarkan untuk menghentikan mobil plat Estonia itu yang kemungkinan palsu yang disewa dari Estonia, SUPO mengidentifikasi bahwa yang berada di dalam mobil itu adalah orang-orang Kadyrov. Kini kasus tersebut berada di bawah kendali polisi SUPO.

Sementara teknisi komputer Mikael Storsjo, yang memiliki bisnis IT, beberapa kali telah menjadi target serangan DDoS baru-baru ini. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...