Berita Dunia Islam Terdepan

Amerika ingin melibatkan negara-negara lain hanya untuk melarikan diri

2

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Seluruh dunia tahu bahwa setelah pengumuman operasi Jihad Al-Faruq pada 2 Mei 2012, Mujahidin telah mengubah taktik militer mereka. Mereka memulai operasi penyerangan berani. Mereka membuat tanah sepanas oven untuk para penjajah dan milisi-milisi boneka mereka. Mereka (Mujahidin) membuat musuh sangat kebingungan bahwa bagaimana mereka (musuh) dapat menemukan jalan keluar.

Hal yang mengherankan adalah Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mr. Leon Panetta yang juga telah bekerja sebagai kepala CIA, memberikan pernyataan kontradiksi dan tindakan-tindakannya itu tidak jelas. Pada 28 Mei, dia mengatakan kepada Tv IBC dalam sebuah wawancara bahwa “kami akan memiliki keberadaan permanen di Afghanistan dan kami tidak akan pergi kemanapun dari Afghanistan”. Tetapi sehari sebelumnya di bulan yang sama, dia mengatakan kepada koran Washington Post bahwa “kami tidak memiliki keberadaan permanen di Afghanistan setelah 2012”.

Pada pekan pertama bulan Juni ini, Menteri Pertahanan Amerika itu melanjutkan tur ke wilayah Pasifik, Vietnam dan India adalah pemberhentian utama. Amerika menginginkan untuk mengirim kapal-kapal militer mereka ke kawasan Pasifik untuk mengacaukan perdamaian kawasan itu karena sejarah Amerika telah membuktikan bahwa mereka mencari keuntungan dari kerugian orang lain.

Hal yang menarik adalah bahwa Menteri Pertahanan itu untuk pertama kalinya mengunjungi pangkalan militer yang merupakan pusat militer mereka pada saat Perang Vietnam untuk menemukan petunjuk tentang 1200 pasukan yang hilang. Alasan pencarian orang-orang hilang itu setelah 40 tahun berlalu adalah juga Afghanistan, karena mereka telah mendorong bangsa Amerika untuk memasuki tragedi lain akibat sikap keras kepala mereka dan politik irrasional mereka.

Menteri yang terkenal tersebut tiba pada 5 Juni ke New Delhi dengan harapan tuan rumah negara akan menyambut tuntutan mereka untuk datang ke Afghanistan karena sekarang telah memiliki perang yang lemah. Tetapi seperti yang dikatakan, mereka mencoba menipu seorang yang pandai, karena orang-orang India dan otoritas mereka mengamati perang terlarang ini selama 12 tahun terakhir dan mereka menyadari akan bangsa Afghanistan dan tuntutan mereka.

Meskipun rincian lengkap tentang negosiasi itu belum keluar untuk pers, tetapi nampaknya jawaban tuan rumah itu adalah negatif. Menteri tersebut bergerak dengan tangan kosong menuju Kabul tanpa mendapatkan keberhasilan apapun atau progres dari usahanya. Dia menghabiskan waktu 3 hari di India untuk memindahkan beban berat ke pundak mereka (India), untuk menemukan jalan keluar dan untuk melarikan diri dari Afghanistan.  Beberapa sumber media terpercaya mengatakan bahwa India tidak mengindahkan tuntutan-tuntutan itu dan menunjukkan reservasi (keberatan) mereka, karena India mengetahui atau mereka harus tahu bahwa Amerika sedang mengasah kapak mereka sendiri. Amerika memiliki sejarah panjang dan pengalaman mengubah loyalitasnya. Mereka selalu mengejar kepentingan-kepentingan mereka dan tidak pernah peduli akan kepentingan orang lain maupun kesengsaraan mereka.

Tidak diragukan lagi bahwa India adalah negara yang signifikan di kawasan ini, tetapi juga perlu disebutkan bahwa mereka memiliki informasi lengkap tentang Afghanistan karena mereka mengenal satu sama lain dengan baik dalam sejarah. Mereka menyadari aspirasi-aspirasi rakyat Afghan, keyakinan dan cinta kebebasan. Sangat tidak masuk akal jika mereka harus menerjunkan bangsa mereka ke dalam malapetaka hanya untuk kesenangan Amerika.

Imarah Islam berulang kali telah mengumumkan dalam pernyataannya bahwa kami ingin untuk memiliki hubungan baik atas dasar kedaulatan, kesetaraan, saling menghormati dan tidak campur tangan dalam urusan internal satu sama lain. Kami telah menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada satu pun yang akan diizinkan untuk menggunakan tanah Afghan untuk merugikan siapapun.

Imarah Islam menegaskan bahwa solusi untuk masalah Afghanistan terletak pada penarikan pasukan asing dan untuk meninggalkan kedaulatan Afghanistan untuk rakyat Afghan sendiri.

Imarah Islam Afghanistan

Jum’at, 25 Rajab 1433/15 Juni 2012

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...