Berita Dunia Islam Terdepan

MUI segera realisasi Dewan Eksekutif Syariah Kota Surakarta

2

SOLO ( Arrahmah.com) – Bertempat di Gedung Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat (PPEU) Semanggi Solo, Komisi Ukhuwah MUI mengadakan pertemuan dengan beberapa elemen Islam di Surakarta. Hadir dari MUI, anggota Komisi Ukhuwah Ustadz Ahmad Dahlan, Ustadz Ali Usman, Ustadz Ahmad Husain, Ustadz Ahmad Sunoto, dan Ustadz Joko Ekram.

Beberapa elemen Islam hadir di antaranya MTA, Ponpes Alkahfi, FPI, FKAM, JAT, LUIS, Fujamas, Al-Fatah, DDII, dan MMI. Acara ini berawal dari pertemuan antara elemen Islam dan MUI Solo sebelumnya paska Insiden Gandekan.

Hadir dalam acara ini, Dr. Mu’inudinillah Basri, M.A. Beliau mengutarakan banyak perbedaan di tengah-tengah umat, aktivis maupun ulama Islam. Dan masih banyak lagi masalah-masalah ukhuwah Islamiyah yang harus diprioritaskan.

Sementara itu, Dr. Muhammad Khaliq Hasan Al Qudsy menyoroti banyak hal yang bisa mempersatukan umat Islam, di antaranya memahami totalitas Al-Quran  adalah sebuah kebenaran. Mempelajari Al-Quran secara utuh dan tanpa ada kepentingan apapun, kecuali ikhlas karena Allah SWT.

Pembicara terakhir adalah Ustadz Aris Munandar Al Fatah, Lc. Beliau menyampaikan bahwa para musuh Islam menyebut  kelompok gerakan amar makruf nahi mungkar dengan sebutan kelompok anarkis dan pelaku kekerasan. Bahkan para musuh Islam telah berkonspirasi dengan elemen Islam yang lain untuk melawan gerakan amar makruf nahi mungkar.

“Mestinya Pemerintah berterima kasih terhadap kelompok yang melakukan amar makruf nahi mungkar, karena sesungguhnya kelompok ini adalah kelompok Tolak Balak,” katanya seperti dilansir humas LUIS kepada arrahmah.com, Jakarta, Senin (11/6).

Prof. Dr. dr. Zaenal Arifin Adnan selaku ketua MUI menyampaikan bahwa Dewan Eksekutif Syariah (DES) akan segera direalisasikan. Tujuannya adalah untuk mengkritisi/melawan kebijakan pemerintah Kota Solo yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.

Beliau mencontohkan jika ada turis asing datang ke Solo mestinya diberi minuman tradisional semisal jahe, bukan minuman keras. Jika minta minuman keras, diminta pulang asal negaranya. Acara ini rencananya akan digelar rutin setiap bulan.  (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...