Berita Dunia Islam Terdepan

Pengiriman bahan bakar Qatar pertama tiba di Gaza

1

JALUR GAZA (Arrahmah.com) – Pengiriman pertama yang mengangkut bahan bakar dari Qatar akhirnya tiba di Jalur Gaza pada Kamis (7/6/2012), pejabat lintas perbatasan menyatakan pada AFP setelah berulang kali menunda pengiriman tersebut untuk wilayah Palestina yang terjebak dalam krisis energi.

“Lima truk yang mengangkut 155.000 liter (41.000 galon) bahan bakar industri akhirnya sampai di perbatasan Karam Abu Salim, dan saat ini sedang dalam perjalanan ke PLN Gaza,” Raed Futh menyatakan.

Militer Israel mengonfirmasi pengiriman bahan bakar tersebut melalui pernyataan resmi dan menambahkan bahwa persediaan bahan bakar selanjutnya akan dikirimkan selama tiga bulan mendatang.

Kementrian pertahanan sepakat atas permintaan dari pemerintah Mesir untuk mentransfer bahan-bakar diesel ke Jalur Gaza, sekitar 30 juta liter (atau sekitar 10-15 tanki per harinya),” seperti diungkap dalam pernyataan itu.

Gaza saat ini tengah terjebak dalam krisis energi yang cukup parah dan perusahaan listriknya terpaksa dibekukan berulang kali karena kekurangan bahan bakar, termasuk minggu ini, setelah Israel sekali lagi menghambat pengiriman dari Qatar.

PLN diperkirakan akan segera mengaktifkan kembali pembangkit listriknya dalam waktu dekat. Menurut keterangan, pembangkit listrik ini dijadwalkan memperoleh pasokan bahan bakar sebanyak 40 juta liter dalam beberapa hari mendatang.

Bahan bakar tersebut diangkut melalui Mesir ke Israel dan ke Gaza melalui penyeberangan Karam Abu Salim, yang dikenal sebagai Kerem Shalom di Israel.

Bulan lalu, Israel memberikan lampu hijau untuk bahan bakar yang akan ditransfer melalui wilayahnya setelah menerima permintaan dari Mesir, seorang pejabat keamanan Israel mengatakan.

Krisis listrik dipicu oleh penurunan persediaan bahan bakar yang biasa diselundupkan dari Mesir, memaksa otoritas Palestina melakukan penutupan pembangkit listrik satu-satunya wilayah pesisir dan menyebabkan pemadaman listrik hingga 18 jam sehari.

Situasi ini agak mereda pada bulan April setelah kesepakatan antara pemerintahan Hamas di Gaza dan Otoritas Palestina di Tepi Barat, yang setuju untuk memasok Gaza dengan bahan bakar yang dibeli dari Israel. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...