Berita Dunia Islam Terdepan

Dewan Dakwah mengaku tak hadir dan tak tahu organisasi LPOI

3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengaku tidak tahu menahu tentang keberadaan organisasi LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam) yang ikut mengaitkan dengan nama organisasinya. Pernyataan ini disampaikan Ustadz Syuhada Bahri, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia setelah dikonfirmasi.

“Yang jelas, kita tidak mendapat undangan, dan tidak mengutus perwakilan,” ujar Syuhada kepada hidayatullah.com, Rabu (6/6/2012) siang.

Ketika ditanya apakah Dewan Dakwah perlu memberikan pernyataan resmi sehubungan banyak nya pertanyaan berbagai elemen masyarakat di kantor redaksi tentang masalah ini, Syuhada mengaku untuk sementara masih belum.

“Untuk sementara masih belum, sebab kami masih dalam posisi mencari tahu, siapa sesungguhnya yang datang mengatasnamakan kita dalam pertemuan itu,” ujarnya lagi.

“Jadi posisi kita saat ini, baru sedang mencari dan mengumpulkan informasi.”

Seperti diketahui, minggu lalu, Jumat (1/6/2012), bertempat di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dibentuk organisasi kemasyarakatan berbasis massa Islam bernama Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang beranggotakan 13 organisasi massa Islam.

Ke-13 ormas yang tergabung dalam LPOI itu ialah; Nahdlatul Ulama, Persis, Al Irsyad Al Islamiyah, Al Ittihadiyah, Mathlaul Anwar, Arrabithah Al Alawiyah, Al Wasliyah, Adz Dzikra, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI), PERTI, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Bertindak sebagai ketua umum LPOI adalah Ketua Tanfidziyah PBNU, Said Agil Siradj.

Menurut Agil Siradj, lembaga ini dibentuk sebagai antisipasi terhadap ormas-ormas yang dianggap radikal dan untuk melawan kekuatan yang ingin merongrong NKRI.

“Lembaga ini dibentuk untuk memperkuat NKRI, mencapai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Lembaga ini juga menolak segala kekerasan dengan alasan apapun. Saya tidak mengatakan pada ormas tertentu,” ucapnya.

Menurut Agil, hari Kamis 7 Juni 2012 ini, utusan ormas tersebut akan bertemu presiden di Istana.

Menariknya, ormas besar seperti Muhammadiyah tidak ikut tergabung di dalamnya. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...