Berita Dunia Islam Terdepan

Capres Shafiq janjikan jabatan 10 mentri dan 5 gubernur untuk warga Kristen Koptik Mesir

5

KAIRO (Arrahmah.com) – Capres sekuler Mesir pro Barat, Ahmad Shafiq menjanjikan akan memberikan jatah 10 kursi mentri dan 5 kursi gubernur untuk penduduk Kristen Koptik Mesir jika ia terpilih sebagai presiden Mesir.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah pimpinan Dewan Gereja Koptik Mesir, Jum’at (1/6/2012). Para pemimpin Dewan Gereja menjelaskan bahwa Ahmad Shafiq telah menjanjikan hal itu kepada Patriark Bakhomius, pemimpin tertinggi umat Kristen Koptik Mesir. Shafiq juga menjanjikan akan menghapus ayat-ayat Al-Qur’an dari buku-buku pelajaran yang dipakai oleh sekolah-sekolah di Mesir, terutama ayat-ayat yang memerintahkan jihad.

Menurut Shafiq, 10 kursi mentri dan 5 kursi gubernur sudah memenuhi kuota jabatan tinggi untuk kelompok Kristen Koptik. Populasi umat Kristen Koptik mencapai 10 persen dari total penduduk Mesir. 

Para pemimpin Kristen Koptik sendiri mengajukan beberapa syarat untuk memberikan suara mereka bagi Shafiq. Mereka menuntut izin pendirian gereja tanpa batas, pencabutan peraturan pendirian gereja yang harus disesuaikan dengan jumlah penduduk Kristen, dan revisi aturan yang mensyaratkan pembangunan satu gereja dari gereja lainnya minimal harus berjarak 1000 meter.

Para uskup gereja koptik sebelumnya menuntut Shafiq memberikan jatah 10 sampai 15 persen kursi bagi umat Kristen Koptik, baik di dewan perwakilan rakyat, kementrian, maupun pemerintahan daerah. Sumber di kalangan pemimpin gereja Koptik menyebutkan bahwa Shafiq memberikan jawaban yang sangat memuaskan, “Jangan khawatir, ‘mereka’ akan kembali ke lubang mereka seperti pada era Husni Mubarak.”

Ahmad Shafiq adalah mantan Kepala Staf Angkatan Udara dan Perdana Mentri Mesir pada era Husni Laa Mubarak. Ia adalah tokoh militer sekuler yang sangat dipercaya oleh Barat dan Israel. Pencalonan dan kelolosannya dalam pemilihan presiden tahap kedua diwarnai oleh sejumlah kecurangan dan konspirasi internasional. Ia diharapkan Barat dan Israel menjadi pelanjut Mubarak dalam mengawal sekulerisme dan memerangi syariat Islam di Mesir.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...