Sikap Wapres dipertanyakan, mengatur Azan tapi tidak atur maksiat

32

JAKARTA (Arrahmah.com) – Menanggapi himbauan wakil presiden kepada Dewan masjid Indonesia, agar seluruh Masjid mengaturn suara adzan agar tidak keras dan terdengar sayup-sayup, Ustadz irfan S Awwas menilai tindakan Wapres Boediono sebagai aksi cari gara-gara dengan umat Islam.

“Boediono itu mencari masalah namanya, berinteraksi dengan azan itu harus, karena mengingatkan  pentingnya Ibadah” Kata Ketua Lajnah Tanfiziyah MMI ini kepada arrahmah.com, Jakarta, Rabu (2/5).

Menurut Ustadz, Irfan seharusnya Wapres mengatur suara-suara kemaksiatan yang merusak moral masyarakat, bukannya suara azan.

“Dia berani gak tuh bersikap begitu kepada musik dangdut, dan suara-suara yang merusak agama, atau Cafe-cafe yang menghabiskan listrik.” Tukasnya.

Ia pun merasa heran dengan tindakan Wapres, yang  tiba-tiba mengurusi persoalan adzan, tetapi tidak mengurus persoalan lebih besar yang merusak moral bangsa.

“Mengapa Wakil presiden mengurusi ibadah, bukannya mengurusi maksiat? Ini aneh namanya” Lontar ustadz Irfan.

Apa yang dilakukan Wapres, menurutnya, adalah bentuk dukungan Wapres kepada kemaksiatan dibanding kepada Ibadah itu sendiri.

“Ini namanya Wapres condong kepada kemunkaran dari pada condong ke Ibadah.Dia lebih memilih bersahabat dengan kemunkaran daripada bersahabat dengan Ibadah” pungkas Ustadz Irfan. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.