Berita Dunia Islam Terdepan

Petinggi TNI diduga terlibat geng motor

5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Waris menyatakan bahwa ada  petinggi TNI yang lebih senior dari Pangdam Jaya yang berada di belakang aksi Geng Motor yang belum beberapa lama meresahkan waraga Jakarta. 

Hal itu terungkap saat dirinya mengaku sempat dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cikeas, khusus membicarakan aksi geng motor yang mulai meresahkan masyarakat itu.

“Saya dan Kapolda dipanggil Presiden ke Cikeas. Di sana saya bilang ke Presiden, mohon maaf saya belum mampu memenuhi keinginan senior saya yang ekstrem,” ujar Mayjen Waris di Hotel Sahid, Kamis Malam,(19/4).

Mendengar apa yang disampaikannya, Presiden pun menanyakan siapa senior TNI yang dimaksud.

“Saya jawab lantang A, atasan yang mendukung dan memimpin peristiwa itu,” kata Mayjen Waris.

Ia menjelaskan fungsi Pangdam Jaya yang merupakan kepanjangan tangan Panglima TNI yang bertanggung jawab penuh menjaga keamanan di wilayahnya. Selain itu, sebagai Ketua Garnisun Tetap I/Jakarta dia juga sudah menginstruksikan ke semua jajaran angkatan TNI agar tidak berbuat onar dan menggangu keamanan Jakarta.

“Sudah saya sampaikan ke angkatannya untuk tidak coba-coba mengacau terkait geng motor. Jika ada pemimpin yang mendukung penyerangan geng motor itu, maka dia tidak pantas disebut senior,” Waris menegaskan.

Pernyataan tersebut, tutur Waris, sudah dia pikirkan matang-matang. Bahkan, dia mengatakan siap dicopot dari jabatannya. “Kalau saya dipecat, juga tetap bisa hidup. Saya orang Dharma Wulan, saya orang desa, biasa hidup susah,” katanya.

Saat ini, Polisi Militer telah menangkap empat anggota TNI dari satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6 Tanjung Priok atas tuduhan terlibat penyerangan pada tanggal 13 April 2012.

Tambah Waris, keempat prajurit TNI itu hanya ikut-ikutan. Dia mengatakan sudah melakukan koordinasi internal terkait kasus ini. Semua anggota TNI yang terlibat aksi pengeroyokan itu juga sudah dilaporkan ke komandannya masing-masing. Mereka akan dijatuhi sanksi berupa sanksi administrasi yang akan  menunda kenaikan pangkat anggota tersebut. (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...