Berita Dunia Islam Terdepan

Wawancara dengan TAPOL ACEH : Saya Menjadi Korban Bisikan Antara Mereka

7

JAKARTA (Arrahmah.com) – Masih ingatkah kita kepada Irwan Bin Ilyas, beliau merupakan salah seorang dari 3 tahanan politik GAM, Irwan sampai sekarang masih berada dalam tahanan LP Cipinang sejak tahun 2001.
Kita bisa mendengar isi hati dari Irwan Bin Ilyas yang disampaikan melalui wawancara yang dilakukan oleh admin situs www.acehloensayang.com.

Acehloen-sayang.co.cc (AC) : Assalamu’alaikum.. Bagaimana kabarnya Tengku?
Tgk. Irwan Tapol (IT) : Wa’laikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala..

(AC) : Tengku sudah berapa lama ditahan di LP Cipinang?

(IT) : Di tahan di LP Cipinang mulai 12 Januari 2001 yang sebelumnya tahanan di polisi masa penyidikan.

(AC) : Setelah terciptanya Perjanjian MoU Helsinki antara pihak RI dan GAM, seluruh Tapol/Napol GAM sudah dibebaskan. Tapi kenapa Tengku bertiga masih ditahan sampai sekarang? Mengapa hal ini bisa terjadi?

(IT) : Karena adanya kecurangan hukum yg dilakukan oleh pihak RI dan GAM dalam proses perdamaian. Mereka tidak sportif dalam pelaksanaan hukum. Indonesia ini ada hukum tertulis yg tidak dilaksanakan dgn baik ada juga hukum lisan yang dibisikkan antara mereka. Saya menjadi korban bisikan antara mereka. Yang satu pihak takut terancam akan kursi kedudukannya yang satu pihak suka menciptakan hantu, kemudian dia yakin ada hantu kemudian dia takut kepada hantu, karena mereka bukan dari golongan orang beriman.

(AC) : Suka menciptakan hantu bagaimana maksud Tengku?

(IT) : Praduga Intelijen, hehe..

(AC) : Lalu apa yang mereka jadikan alasan untuk tidak membebaskan Tengku bertiga? Karena bukankah dengan hal ini berarti melanggar MoU Helsinki itu sendiri?

(IT) : Berbicara masalah pelanggaran tidak dipermasalahkan dalam NKRI ini selagi yang melanggar orang yang punya kekuasaan. Adapun pelanggaran tersebut bila benar dilanggar dari mulai berunding saja sudah rencana untuk melanggar. Sebuah keputusan baik yang menyangkut hukum ataupun kordinasi yg mengatasnamakan kepentingan orang banyak itu hanya judulnya saja. sering kita temukan bahwa keputusan yang diambil hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya saja. MoU Helsinki bukan untuk kesejahteraan rakyat atau kepentingan agama walaupun ada salah satu butir berlaku syari’ah. Tapi MoU itu adalah rapatbisnis untuk membahas bagaimana dana bantuan luar negeri yang puluhan trilyun cepat cair dan mengantisipasi gerakan anti atau lawan-lawan yang mengancam mereka. Yang saya maksud adalah orang-orang yang banyak tau seluk beluk, orang-orang yang berdiri dalam prinsip kebenaran, orang-orang yang punya pengaruh kuat dll, yang tidak berpihak ke mereka, Malek Mahmud cs.

(AC) : Pernyataan yang spektakuler. Lalu apa sebenarnya tujuan akhir dari MoU Helsinki ini?

(IT) : Tujuan MoU Helsinki adalah :

1. Pencairan dana bantuan tsunami Aceh
2. Pemberlakuan syari’at Islam hanya sebagai kedok menipu ulama dan rakyat
3. Pemanfa’atan SDA di Aceh secara universal
4. Pemekaran wilayah sebagai langkah keutuhan NKRI
5. Pembentukan parlok sebagai sarana adu domba sesama rakyat Aceh, lebih khususnya kelompok mantan pejuang Aceh dengan rakyat jelata
6. Memudahkan pemurtadan umat sebagai tujuan utama yang direncanakan dengan badai tsunami
7. Memudahkan acses expor ke eropa berbagai kekayaan hutan
8. Penghancuran sistem pemerintahan aceh yang sudah berjalan antar generasi
9. Membunuh karakter para ulama dgn penawaran berbagai proposal sedangkan sumber dana dari NGO sebagai proyek Vatican yang dipelopori oleh yahudi Amerika sebagai kordinator lapangan.

(AC) : Lalu, sudah sejauh mana usaha mereka untuk mencapai tujuannya tersebut? Apakah ini berarti Aceh sedang berada diambang kehancuran?

(IT) : Semua point sedang berjalan 60% penilaian secara merata, target perkiraan mengarah kepada berhasil karena hal tersebut sudah sangat merasuk kepada kaum muda dan mahasiswa. Sedangkan pemimpin yg ada di aceh, mereka memimpin dalam tekanan.

(AC) : Siapa pemimpin yang Tengku maksud, dan siapa yang menekan mereka?

(IT) : Aparat pemerintahan mulai dari Gubernur sampai kepala desa. Karena pada intinya mereka tidak berani lagi bersikap pada sikap yg benar dan transparan.

(AC) : Jika demikian, bagaimana langkah penyelamatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk menyelamatkan Aceh?

(IT) : Untuk menyelamatkan para pemimpin kayaknya mereka sudah kepalang tanggung karena sudah tenggelam, hanya kesadaran individu masing-masing saja, semoga mereka mendapatkan petunjuk. Langkah yg harus di ambil adalah khilafah yg kokoh tanpa di pengaruhi demokrasi.

(AC) : Tapi bukankah Aceh sekarang ini sudah menerapkan Syari’at Islam?

(IT) : Ha ha ha, Syari’at Islam dibawah syari’at pancasila.

(AC) : Apakah tidak mungkin menerapkan Syari’at Islam dibawah Pancasila?

(IT) : Saya rasa itu pertanyaan yang tidak perlu saya jawab. Mungkinkah Alquran itu kita taruh diatasnya patung burung garuda…?

(AC) : Baiklah, terakhir. Apa pandapat Tengku mengenai situasi panas di Aceh menjelang Pilkada saat ini? Dan Apa nasehat Tengku kepada masyarakat Aceh?

(IT) : Saran saya : Kepada para pemimpin berpikirlah yang jernih dan ingat akan mati serta beban pertanggung jawaban kepada Allah atas jabatan yang disandang selama hidup dimuka bumi. Kepada generasi : Supaya memikirkan akan masa depan yang dirahmati Allah untuk melangkah dalam hidupnya. Jangan mudah terpengaruh dengan berbagai peradaban yang ada sekarang ini. Masa depan ada di tanganmu dan bekalmu sangat di butuhkan untuk memperbaiki Aceh yang sudah hancur seperti yang anda saksikan sekarang.

Itu pesan saya selaku pejuang, boleh jadi kami selaku pejuang tidak lama lagi sudah kembali kepada Allah, jadilah kalian sebagai generasi yang bisa menggugah peradaban Aceh kembali kepada Islam yang murni. Setidaknya kalian jadilah orang-orang yang bisa bermanfaat di lingkungan sekitar anda tinggal. Kami sayang kepada kalian dengan rela berkorban baik nyawa maupun harta. Kami berusaha sekuat tenaga dan pikiran yang ada untuk menyelamatkanmu dari kehancuran Aqidah.

Walaupun banyak orang yang menertawakan kami, itu bukanlah hambatan dalam jihad fisabilillah. Bukan kepada dunia ini kami mengharapkan balasan dan ingin disanjung seperti disanjungnya para penyembah Thaghut, tapi kami hanya dengan Allah berurusan dan mengharapkan balasan yang baik di sisinya atas apa yang kami lakasanakan semata-mata patuh kepadaNYA.

Kami mengharapkan khilafah nubuwah segera akan hadir dalam kepemimpinan dunia. Bilapun kami tidak bisa merasakan hal itu, setidaknya kami hamba-hamba yang membuka jalan ke arah itu. Dalam prinsip kami selaku pejuang Islam, lebih baik kami dikenang sebagai syuhada daripada kami dikenang sebagai mantan pejuang Islam.

Tidak ada keindahan yg paling memuaskan hati kecuali bisa kami meninggaalkan yg manfaat untuk kalian dan pulang ke sisi Allah dengan mengharapkan malaikat-malaikat Allah menjemput ruh kami dengan berbagai kemuliaan. Sekian..

Bila ada salah kata, itu kekurangan saya selaku hamba yang lemah, serta saya beristiqfar kepada Allah dan tolong diperbaiki untuk pembenaran. Bila itu benar dan bermanfaat, semata-mata petunjuk dan bimbingan Allah.

(AC) : Baik, terima kasih atas waktunya Tengku. Semoga Allah memudahkan urusan Tengku dkk, dan semoga Allah segera memberikan jalan keluar bagi Tengku untuk mendapatkan hak Tengku dibebaskan dari Tahanan.. Assalamu’alaikum.

(IT) : Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..

Sekian hasil wawancara yang dilakukan oleh tim situs www.acehloensayang.com . (bilal/arrahmah.com)

 

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...