Berita Dunia Islam Terdepan

Pasukan salib Inggris melatih pasukan baru AMISOM di Uganda untuk menghadapi Al-Shabaab

3

UGANDA (Arrahmah.com) – Sebuah tim yang terdiri dari 27 Pasukan Salib Inggris telah tiba di Uganda pada hari Ahad (25/3/2012) untuk melatih pasukan Uganda yang tergabung ke dalam pasukan Uni Afrika untuk misi penjajahan di Somalia (AMISOM).

Tim salibis itu akan melatih pasukan baru AMISOM dari Uganda selama dua minggu, siang dan malam, sebelum mereka dikirim ke Somalia, yang akan menghadapi Mujahidin Al-Shabaab.

Kunjungan Menteri Inggris untuk Afrika, Henry Bellingham, pada hari Rabu (28/3) mengumumkan dana ekstra sebesar 200.000 USD untuk pelatihan pasukan Uganda.

Mereka (musuh) mengklaim bahwa Al-Shabaab telah keluar dari Mogadishu sehingga itu adalah sebuah prestasi bagi pasukan AMISOM. Padahal, Mujahidin Al-Shabaab pada kenyataannya masih leluasa melakukan serangan demi serangan di ibukota Mogadishu.

“Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk ‘menenangkan’ Somalia karena Al-Shabaab telah diusir dari Mogadishu. Ini adalah sebuah pengorbanan yang berharga. Prestasi yang dibuat pada front militer harus kompatibel dengan sisi politik, ” kata Bellingham, dikutip shabelle.

Bellingham bertemu dengan pasukan salib Inggris dan Komandan darat Pasukan Uganda, Lt. Gen Katumba Wamala, dan para pejabat Senior di Singo, distrik Nakaseke dimana pasukan AMISOM itu sedang dilatih.

Bellingham mengatakan bahwa dana dari Inggris untuk pasukan AMISOM telah ditingkatkan mencapai 23,8 juta USD mengikuti resolusi PBB yang menyuruh untuk meningkatkan dan memperluas pasukan penjajahan dari jumlah 12.000 hingga 17.731.

Komandan militer di Singo yang mendukung pelatihan pasukan AMISOM, Kol. James Barigye Ruheesi, mengatakan bahwa sekolah militer sejauh ini telah melatih 20.000 pasukan yang telah dikerahkan untuk bertugas di  Somalia sejak 2007.

Pasukan Uganda dan Burundi telah bersekutu dengan pasukan rezim Somalia (TFG) sebelum bergabungnya pasukan Kenya dan Djibouti yang tergabung dalam pasukan Uni Afrika untuk misi penjajahan di Somalia (AMISOM). (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...