Berita Dunia Islam Terdepan

OMMA : Mujahidin tembak jatuh pesawat mata-mata AS di Kapisa

1

KAPISA (Arrahmah.com) – Laporan dari provinsi Kapisa pada Kamis (29/3/2012) mengindikasikan bahwa Mujahidin Imarah Islam Afghanistan telah berhasil menembak jatuh satu pesawat mata-mata AS tak berawak. Pesawat tersebut terjatuh di distrik Tagab, pada Kamis pagi dan mengalami kerusakan parah.

Dalam laporan lain, Mujahidin menyerang sebuah markas polisi boneka di distrik Dawlat Shah, provinsi Laghman dengan roket, mortir dan senapan mesin kemarin malam.  Target serangan berada di bawah serangan Mujahidin selama beberapa jam, menyebabkan kerusakan parah dan kerugian besar bagi musuh.

Ghulam Muhammad, seorang agen intelijen boneka yang bekerja untuk AS tewas kemarin malam dalam serangan gerilya di distrik Qarghaye, provinsi Laghman.

Sedikitnya dua tentara penjajah AS tewas dan seorang lainnya terluka dalam serangan bom ranjau yang menghantam tank musuh di distrik Dawlat Shah, provinsi Laghman, ujar pejabat Mujahidin pada Kamis (29/3).

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan terlibat pertempuran dengan tentara penjajah dan boneka mereka di distrik Baraki Barak, provinsi Logar.  Tidak dilaporkan kerugian yang dialami musuh.

Dua tentara penjajah tewas dan beberapa lainnya terluka ketika bom tepi jalan meledak menghantam tank musuh di distrik Pachir Wa Agam, provinsi Nangarhar.

Ledakan bom ranjau juga terjadi di dekat ibukota provinsi Paktia pada Kamis (29/3), menewaskan dan melukai dua tentara boneka Afghanistan.

Laporan dari provinsi Kunar menyatakan bahwa seorang tentara boneka tewas dan seorang lainnya terluka dalam serangan bom di distrik Charkh, provinsi Kunar pada Kamis(29/3).

Tiga tentara musuh tewas dan seorang terluka ketika Mujahidin menyerang konvoy kendaraan suplai musuh dengan meledakkan bom ranjau di distrik Andar, provinsi Ghazni.  Satu kendaraan yang membawa kebutuhan tentara musuh hancur dalam serangan tersebut.

Setidaknya empat polisi boneka Afghan tewas ketika kendaraan mereka dihantam ledakan bom ranjau di distrik Bati Kot, provinsi Nangarhar. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...