Berita Dunia Islam Terdepan

OMMA : Ledakan bom ranjau hantam tank AS, lima tentara penjajah tewas dan terluka di tempat kejadian

1

HELMAND (Arrahmah.com) – Ledakan bom ranjau yang ditanam oleh Mujahidin di daerah Hayderabad, distrik Khan-e-Sheen, provinsi Helmand, menghantam satu tank AS sekitar pukul 14.00 waktu setempat, menewaskan dan melukai seluruh tentara penjajah yang berada di dalamnya.  Bangkai tank masih tergeletak di lokasi kejadian.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang basis militer musuh dengan mortir yang berlokasi di dekat ibukota provinsi Kunar pada Selasa (20/3/2012).  Tidak dilaporkan jumlah kerugian yang dialami oleh musuh dalam serangan ini.

Basis militer musuh lainnya yang berlokasi di provinsi Kunar, juga menjadi sasaran serangan Mujahidin.  Sebanyak 8 mortir ditembakkan oleh Mujahidin dan mendarat di basis militer AS di distrik Surkani pada Selasa (20/3).  Tidak jelas berapa kerugian yang dialami musuh.

Serangan bom ranjau yang ditanam oleh Mujahidin menghantam tank tentara penjajah AS di distrik Ali shir, provinsi Khost pada Selasa pagi.  Dua tentara penjajah tewas bersama hancurnya tank mereka.

Laporan yang datang dari provinsi Laghman mengatakan bahwa Mujahidin menyerang kendaraan yang membawa petinggi kepolisian boneka Afghan di ibukota yang akhirnya meletuskan pertempuran selama satu setengah jam dan menyebabkan kerugian besar di pihak musuh.

Sedikitnya dua polisi boneka tewas pada Selasa, dalam serangan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan yang terjadi di distrik Barak Baraki, provinsi Logar.

Mujahidin menyerang tiga pos pemeriksaan di distrik Marwara, provinsi Kunar, yang menyebabkan kerugian fatal, ujar laporan.  Namun tidak jelas berapa jumlah pasti korban tewas atau terluka dalam serangan ini.

Tiga tentara boneka Afghan tewas dalam ledakan bom ranjau yang menghantam patroli mereka di daerah Asmanyano, dekat distrik Musa Qala, provinsi Helmand.

Mujahidin merampas sebuah kendaraan bermotor, senapan dan peralatan militer lain setelah menembak mati seorang polisi boneka di daerah Demrasi, distrik Panjwaee, provinsi Kandahar. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...