Berita Dunia Islam Terdepan

Militer rezim Suriah menyembelih warga sipil dengan pedang di Homs

2

HOMS (Arrahmah.com) – Militer rezim Suriah kembali melakukan pembantaian keji di propinsi Homs, tepatnya di desa Karm Zaitun dan Adawiyah. Puluhan warga sipil yang mayoritasnya anak-anak dan wanita jatuh sebagai korban.

Dewan Umum Revolusi Suriah melaporkan bahwa militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah menyembelih anak-anak dan wanita di rumah-rumah mereka. Para korban warga sipil muslim yang lain diseret ke desa Siba’ dan desa-desa terdekat.

Dewan Umum Revolusi Suriah melaporkan bahwa keadaan 45 korban yang jenazahnya berhasil diketemukan sangat mengenaskan. Mereka dibunuh dengan cara yang sangat biadab; dibakar, dipatahkan tulang-tulangnya, atau disembelih dengan pedang.

Kepada stasiun TV Al-Jazera, para aktivis kemanusiaan di Homs melaporkan Senin (12/3/2012) bahwa militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah membantai anak-anak dan wanita dengan pisau bayonet dan pedang. Beberapa wanita juga diperkosa sebelum disembelih. Stasiun TV Al-Jazera juga menampilkan video para korban yang penuh dengan luka-luka.

Berdasar pendataan yang dilakukan oleh Dewan Umum Revolusi Suriah, sebanyak 80 orang warga sipil muslim gugur oleh peluru militer rezim Suriah dalam demonstrasi hari Ahad (11/3/2012). Sebagian besar mereka gugur di propinsi Idlib.

Sementara itu Suriah Media Centre melaporkan dari propinsi Himah bahwa lima ribu warga melakukan demonstrasi anti-rezim pada hari Ahad sore. Mereka berangkat dari masjid at-Taqwa, masjid Khidir, dan masjid Sa’ad, lalu berkumpul di gerbang desa Shalahuddin.

Militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah menembaki para demonstran sehingga mereka tercerai-berai. Militer rezim mengejar para demonstran ke gang-gang dan melakukan penangkapan besar-besaran. Kekuatan militer rezim juga dikerahkan untuk mengepung dan membombardir desa Maqshud dan Asyrafiyah, tempat di mana seorang wartawan ditembak mati oleh militer rezim saat menyiapkan liputan kondisi suku Kurdi di propinsi Himah.

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...