Berita Dunia Islam Terdepan

Palang merah diizinkan memasuki Bab Amru untuk memberikan pertolongan medis meski hanya 2 jam sehari

2

HOMSH (Arrahmah.com) – Rezim Suriah memberikan izin pada hari Kamis (1/3/2012) kepada Bulan Sabit Merah Arab Suriah (SARC) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memasuki Bab Amru di distrik Homs pada hari Jumat (2/3), juru bicara ICRC sebagai oposisi Suriah mendesak kekuatan dunia untuk campur tangan untuk menghentikan potensi pembantaian di lingkungan tersebut yang dikepung oleh bala tentara Fir’aun Assad.

“Bulan Sabit Suriah dan ICRC telah menerima lampu hijau dari pemerintah untuk pergi ke Bab Amru hari Jum’at besok untuk membawa bantuan yang sangat dibutuhkan termasuk makanan dan bantuan medis dan untuk melaksanakan operasi evakuasi,” kata juru bicara ICRC Hisham Hassan di Jenewa, pada hari Kamis kemarin, dikutip¬†reuters.

“ICRC dan SARC akan pergi pada hari Jumat ke Bab Amru untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi yang terluka,” kata juru bicara ICRC di Damaskus, Saleh Dabbakeh kepada AFP.

Namun rezim Suriah hanya menyetujui 2 jam gencatan senjata untuk membiarkan para medis memberikan pertolongan kepada para korban,¬†seperti pengajuan ICRC pada (21/2/2012) untuk gencatan senjata selama 2 jam sehari untuk menyelamatkan hidup dan memberikan bahan bantuan bagi warga sipil yang dikepung oleh bala tentara Assad dengan dalih membersihkan “pemberontak” terhadap Bashar Assad.

Sementara itu, oposisi Suriah mendesak kekuatan dunia untuk campur tangan untuk menghentikan potensi pembantaian lanutan setelah pasukan yang setia pada Assad menguasai distrik Bab Amru di Homsh.

“Kami mendesak masyarakat internasional, Muslim dan negara-negara Arab untuk melakukan campur tangan segera untuk mencegah pembantaian potensial di jam-jam datang yang melawan puluhan ribu anak-anak, wanita dan orang tua,” kata oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) kepada Reuters.

SNC mengatakan bahwa divisi lapis baja yang dipimpin oleh adik Assad, Maher, dibentuk untuk melakukan pembantaian barbar terhadap warga Muslim sipil di Homsh, setelah mereka pindah ke Bab Amru, memaksa kaum Muslimin untuk keluar dengan cara membombardir mereka. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...