Berita Dunia Islam Terdepan

Lebih dari 150 kepala suku dan tokoh masyarakat Somalia mendukung baiat kelompok mujahidin Ash-Shabab kepada tanzhim jihad Al-Qaeda

6

(Arrahmah.com) – Sikap kelompok jihad Ash-Shabab Somalia membai’at amir tanzhim jihad Al-Qaeda, syaikh Aiman azh-Zhawahiri mendapat dukungan lebih dari 150 kepala suku dan tokoh masyarakat Somalia. Hal itu terungkap dari pernyataan resmi Ash-Shabab yang dirilis oleh Yayasan Media Al-Kataib, Kamis (23/2/2012).

***

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Lebih dari 150 kepala suku di Somalia mendukung bai’at kepada Qa’idatul Jihad

Kamis, 1 Rabi’ul Akhir 1433 H

 

Segala puji bagi Allah semata, Yang telah memenangkan tentara-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan koalisi. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang tidak ada lagi nabi sesudahnya. Amma ba’du…

Lebih dari 150 kepala suku di Somalia telah berkumpul di distrik Lafouli, propinsi Islam Shabili Bawah. Pertemuan itu berlangsung selama dua hari. Dalam pertemuan itu, para hadirin mendiskusikan sejumlah persoalan penting yang tengah terjadi di pentas Somalia. Sebagai hasil pertemuan tersebut, seluruh hadirin mengeluarkan pernyataan resmi yang memuat beberapa poin penting. Di antaranya, mereka menentang konferensi ‘konspirasi’ terhadap Somalia yang diadakan beberapa hari yang lalu di London. Poin penting lainnya, seluruh hadirin menyambut gembira dan mendukung bai’at yang diumumkan oleh amir kelompok jihad Ash-Shabab kepada syaikh dokter Aiman azh-Zhawahiri.

Ya Allah yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan, dan mengalahkan pasukan koalisi. Kalahkanlah kaum salib dan sekutu mereka dari kalangan orang-orang murtad!

Ya Allah, jadikanlah mereka dan perbekalan mereka sebagai harta rampasan perang bagi mujahidin!

Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka!

Ya Allah, Engkaulah satu-satunya penguat kami dan penolong kami. Ya Allah, dengan pertolongan-Mu semata kami bergerak, melawan dan berperang.

Allah Maha Besar!

Sesungguhnya kejayaan hanyalah milik Allah, rasul-Nya, dan kaum beriman. Akan tetapi kaum munafik tidak mengetahuinya.”

 

Yayasan Media Al-Kataib

Senin, 5 Rabi’u Tsani 1433 H

 

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...